Moeldoko Ikut Berang Soal Kasus Oknum TNI AU Injak Warga di Papua: Jangan Terulang Lagi!

473
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko. //Randhy Putra Nugraha/KSP

Aksi penganiayaan yang dilakukan oknum anggota TNI AU kepada seorang warga di Merauke, Papua menjadi sorotan sejumlah pihak.

Bahkan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto berang dengan perilaku jajarannya tersebut. Ia pun menginstruksikan Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fajar Prasetyo mencopot jabatan Danlanud dan Datsatpom Lanud karena dinilai tak mampu membina anak buahnya.

Sehubungan hal itu, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko pun menyatakan kecamannya atas tindakan kekerasan yang dilakukan oleh dua oknum anggota TNI AU di Merauke, Papua, terhadap seorang masyarakat sipil.

Apalagi, korban diketahui merupakan seorang difabel.

“Tindakan yang dilakukan oleh kedua aparat tersebut sangat eksesif, di luar standar dan prosedur yang berlaku,” ujar Moeldoko dalam keterangan persnya, Rabu, 28 Juli 2021.

Ia mengatakan, tindakan itu tidak dapat dibenarkan. Terlebih, arahan Presiden Joko Widodo sangat jelas dan tegas bahwa aparat perlu mengedepankan pendekatan humanis dan memilik perspektif HAM dalam menjalankan tugasnya.

“Kantor Staf Presiden (KSP) menyampaikan penyesalan mendalam dan mengecam tindak kekerasan tersebut,” ujar mantan Panglima TNI ini.

Moeldoko berjanji, KSP mengawal proses hukum terhadap dua anggota TNI itu. Di sisi lain, ia juga memuji Panglima TNI dan Kepala Staf TNI Angkatan Udara yang langsung memproses sesuai hukum berlaku. Bahkan, sudah ada pernyataan minta maaf dari orang nomor satu di matra Angkatan Udara.

Moeldoko mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mendukung dan memercayakan proses penegakan hukum serta mengawasi proses tersebut.

“Kejadian itu tidak boleh berulang,” ujarnya.

“KSP akan memastikan bahwa pelaku diproses secara hukum yang transparan dan akuntabel, serta memastikan korban mendapat perlindungan serta pemulihan,” ucapnya.

Kepala Staf TNI AU Marsekal TNI Fajar Prasetyo meminta maaf atas peristiwa penganiayaan yang dilakukan oknum anggota TNI AU di Merauke, Papua.

 

Ia menegaskan telah menindak anggota yang melakukan tindakan penganiayaan kepada warga di Merauke.

“Hal ini terjadi semata-mata memang karena kesalahan dari anggota kami dan tidak ada niatan apapun juga apalagi dari berupa perintah kedinasan,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, KASAU juga memastikan akan mengevaluasi setiap tindakan anggota dan menindak secara tegas anggota TNI AU yang melakukan kesalahan.

“Sekali lagi saya ingin menyampaikan maaf setinggi-tingginya, mohon dibuka pintu maaf,” ujar Fajar.***

Sumber Berita / Artikel Asli : Galamedia

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here