Minta Ma’ruf Amin Cegah Gerakan Pembubaran MUI, Mustofa: Pernah Jadi Ketum dan Kini Wapres, Apa Sulitnya?

518
Politisi Partai Ummat, Mustofa Nahrawardaya

Politisi Partai Ummat, Mustofa Nahrawardaya turut menyoroti gerakan pembubaran Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Perlu diketahui, gerakan pembubaran MUI mencuat usai penangkapan anggota MUI, Dr Zain An Najah oleh Densus 88 terkait dugaan keterlibatan terorisme.

Saat diundang menjadi pembicara di salah satu program televisi, Mustofa Nahrawardaya menyampaikan bahwa telah meminta Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin untuk memberikan solusi terhadap gerakan pembubaran MUI.

Mustofa Nahrawardaya menegaskan jangan sampai gerakan pembubaran MUI terealisasikan.

Saya tadi minta Pak Wapres Yai Ma’ruf Amien agar kasih solusi. Jangan sampai MUI dibubarkan,” ujarnya seperti dikutip Pikiranrakyat-depok.com dari akun Twitter pribadinya @TofaTofa_id.

Cuitan Mustofa Nahrawardaya.
Cuitan Mustofa Nahrawardaya. Tangkap layar Twitter @TofaTofa_id

Menurut dia, permintaan yang disampaikan itu lantaran Ma’ruf Amin pernah menjadi Ketua Umum (Ketum) MUI dan saat ini menjadi wapres.

Sehingga, lanjut Mustofa Nahrawardaya, tidak akan sulit bagi Ma’ruf Amin untuk mencegah gerakan pembubaran MUI.

Beliau pernah jadi Ketum MUI. Sekarang Wapres. Apa sulitnya mencegah gerakan pembubaran MUI? #dukungMUI,” katanya.

Sebelumnya, Wakil Ketua MPR RI Dr Hidayat Nur Wahid (HNW) menegaskan dukungannya terhadap pemberantasan terorisme di Tanah Air.

Namun HNW menolak teror yang berbentuk “framing” dan dijadikan trending untuk membubarkan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Framing yang dijadikan trending topic pembubaran MUI terjadi pasca-penangkapan pimpinan MUI Dr Zain An Najah oleh Densus 88 karena dugaan keterlibatan terorisme,” katanya seperti dikutip dari Antara.

HNW menegaskan dukungannya terhadap MUI. Apalagi, MUI adalah organisasi legal dan formal dan telah berdiri sejak 26 Juli 1975.

MUI juga jadi wadah musyawarah para ulama, zuama dan cendekiawan Muslim se-Indonesia, baik individual maupun yang terhimpun dalam ormas-ormas Islam.

HNW mengatakan mereka yang tergabung dalam MUI memiliki semangat Islam wasathiyah (moderat), ukhuwah islamiyah dan ukhuwah wathaniyah.

Selain itu, sikap kebangsaan MUI selama ini juga jelas mendorong Islam moderat dan kerukunan antarumat beragama.

“Termasuk menolak ideologi radikalisme, aksi islamofobia, terorisme, komunisme, hingga separatisme,” kata Ketua ke-11 MPR RI itu.

Pada kesempatan itu, ia mengingatkan umat Islam dan negara agar mewaspadai gerakan yang bisa menunggangi isu terorisme dengan penangkapan salah satu anggota pimpinan MUI.

“Bila benar terjadi, maka ini merupakan agenda islamofobia dan pelecehan lembaga keagamaan termasuk yang Islam moderat,” ujarnya.***

Sumber Berita / Artikel Asli : Pikiran Rakyat

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

29 − 19 =