Militer AS Amankan Bandara Kabul, Personel Kedutaan Dievakuasi

209

Militer Amerika Serikat telah mengamankan perimeter bandara Kabul, Afghanistan. Departemen Luar Negeri (Deplu) AS menambahkan bahwa Kedutaan Besar AS di ibu kota Afghanistan itu telah sepenuhnya dievakuasi.

“Semua personel kedutaan berada di lokasi Bandara Internasional Hamid Karzai, yang perimeternya diamankan oleh militer AS,” kata juru bicara Deplu AS Ned Price dalam sebuah pernyataan, beberapa jam setelah kelompok Taliban menguasai Kabul.

Seperti diberitakan kantor berita AFP, Senin (16/8/2021), pejabat-pejabat AS mengatakan bahwa pihaknya telah menurunkan bendera di kedutaan besarnya di Kabul dan telah memindahkan hampir semua staf ke bandara, di mana pasukan AS mengambil alih kontrol lalu lintas udara.

“Kami sedang menyelesaikan serangkaian langkah untuk mengamankan Bandara Internasional Hamid Karzai untuk memungkinkan keberangkatan aman personel AS dan sekutu dari Afghanistan melalui penerbangan sipil dan militer,” kata Pentagon dan Departemen Luar Negeri dalam sebuah pernyataan bersama.

“Hampir semua personel kedutaan telah dipindahkan ke bandara termasuk Plt Duta Besar, Ross Wilson, yang tetap berhubungan dengan Menteri Luar Negeri Antony Blinken,” kata Price.

“Bendera Amerika telah diturunkan dari kompleks kedutaan AS dan sekarang ditempatkan dengan aman bersama para staf kedutaan,” kata juru bicara Deplu AS itu.

Dengan kecepatan yang menakjubkan, Taliban merebut kembali Afghanistan dalam waktu kurang dari seminggu setelah Presiden AS Joe Biden memulai penarikan terakhir pasukan, setelah selama 20 tahun berada di Afghanistan.

Amerika Serikat telah mengirim 6.000 tentara ke bandara Kabul untuk menerbangkan personel kedutaan serta warga Afghanistan yang membantu Amerika Serikat sebagai penerjemah atau dalam peran pendukung lainnya dan sekarang takut akan pembalasan Taliban.

Pada hari Senin “dan selama beberapa hari mendatang, kami akan memindahkan ribuan warga Amerika yang telah tinggal di Afghanistan, serta staf misi AS yang dipekerjakan secara lokal di Kabul dan keluarga mereka dan warga negara Afghanistan lainnya yang sangat rentan, ” demikian pernyataan bersama Pentagon dan Deplu AS.

Pemerintah AS pada hari Minggu (15/8) waktu setempat, bersama dengan puluhan negara lainnya juga mendesak Taliban untuk membiarkan warga Afghanistan meninggalkan negara itu.

“Amerika Serikat bergabung dengan komunitas internasional dalam menegaskan bahwa warga Afghanistan dan warga internasional yang ingin pergi harus diizinkan untuk melakukannya,” tulis Menteri Luar Negeri Antony Blinken dalam postingan di Twitter, ketika Departemen Luar Negeri AS merilis pernyataan yang ditandatangani oleh sekutu-sekutu dekatnya.

“Mereka yang memegang kekuasaan dan otoritas di seluruh Afghanistan memikul tanggung jawab – dan akuntabilitas – untuk melindungi kehidupan manusia,” demikian pernyataan bersama itu.

Sumber Berita / Artikel Asli : Detik

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here