Menteri Jokowi Pede RI Berpenghasilan Tinggi, Eh Diceletukin Rizal Ramli: Ngibul, Asal Nyablak!

533

Ekonom senior Rizal Ramli melontarkan sindiran kepada menteri Presiden Joko Widodo (Jokowi) yakni Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang menyampaikan tekad Indonesia menjadi negara berpenghasilan tinggi atau high-income country.

Menurut dia, apa yang disampaikan Airlangga hanya sebuah ilusi lantaran pemerintah tidak mempunyai kerangka kerja atau blue print secara terperinci sebagai landasan dalam pembuatan kebijakan.  

Bahkan, ia juga menuding jika Menteri Jokowi tersebut sebagai bagian dari masalah ekonomi bangsa saat ini.

“Ini Menko asal nyablag (emoji tertawa). Wong terus nyungsep ke 3%,, masih jual illusi. Padahal strategi kagak jelas, blu-print kagak punya! You are part of the problem Man (emoji tertawa),” cuitnya dalam akun Twitternya, seperti dilihat, Jumat (9/7/2021).  

“Omni law (UU Omnibus Law Cipta Kerja) aja tidak ada dampak, yang kata situ bermanfaat besar. Situ tuh ngibul (emoji tertawa),” sindirnya.

Diketahui sebelumnya, Menteri Airlangga dalam Australia di acara Economic, Trade, and Investment Ministers’ Meeting (ETIMM) yang digelar baru-baru ini, menyampaikan bahwa Indonesia dan Australia perlu memperkuat kerja sama bilateral serta bertukar pandangan dan pengalaman dalam upaya penanggulangan penyebaran Covid-19 dan pemulihan ekonomi.

 

Kepada Australia, Airlangga juga menyampaikan bahwa Pemerintah Indonesia tetap teguh dalam menangani dampak kesehatan dari pandemi.

Dijelaskannya, Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) dibentuk sebagai strategi untuk mengakomodasi dan mengintegrasikan layanan kesehatan dan program pemulihan ekonomi secara bersamaan. Percepatan program vaksinasi dan pemberlakuan PPKM merupakan kunci untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat.

“Kami akan terus berkoordinasi dengan semua pemangku kepentingan dan menyambut baik kerja sama dengan Australia untuk menerapkan reformasi struktural dan pengiriman vaksin ini,” kata Menko Airlangga seperti dilansir dari laman resmi Menko Perekonomian, ekon.go.id.

Menko Airlangga memaparkan, sejalan dengan semangat menangani pandemi Covid-19 dan untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional pada masa pandemi serta sebagai agenda besar Indonesia untuk menjadi negara berpenghasilan tinggi atau high-income country, maka Pemerintah telah melaksanakan reformasi struktural melalui Undang-Undang Cipta Kerja dengan tujuan menyederhanakan perizinan berusaha, mendirikan lembaga pengelola investasi untuk iklim investasi yang lebih baik, serta menetapkan daftar prioritas investasi.

“Undang-Undang No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja diharapkan dapat mendorong pelaku usaha Australia untuk lebih optimal  dalam memanfaatkan IA-CEPA, AANZ-FTA, dan Regional Comprehensive Economic Partnership,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut kedua negara menegaskan kembali komitmen terhadap sistem perdagangan multilateral yang terbuka dan berdasar pada prinsip-prinsip yang telah disepakati dalam World Trade Organization (WTO) dan mendukung reformasi yang sejalan dengan kepentingan seluruh anggota WTO.

Indonesia diproyeksikan menjadi manufacturing powerhouse (pusat pengolahan), dengan kemudahan akses berbagai bahan baku dan penolong murah serta berkualitas dari Australia.

Pada sektor perdagangan barang dan investasi, Indonesia dan Australia sepakat untuk memperkuat hubungan ekonomi dalam rangka pemulihan ekonomi bersama, serta optimalisasi Indonesia – Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA).

Diharapkan IA-CEPA Economic Cooperation Program (ECP) KATALIS dapat mewujudkan konsep ‘Economic Powerhouse’ IA-CEPA melalui kolaborasi kekuatan ekonomi untuk mendorong produktifitas produk industri dan pertanian, dan berkontribusi lebih besar pada ‘global value chains’ untuk memasok kebutuhan global.

“Mari kita bekerja lebih erat melalui kerja sama ini untuk memitigasi dampak pandemi COVID-19 yang menyebabkan perlambatan ekonomi kita. Pemerintah Indonesia optimis IA-CEPA dapat membawa Indonesia dan Australia untuk meningkatkan hubungan perdagangan dan investasi yang berkelanjutan, memperkuat peran kedua negara dalam perubahan nilai global dan meraih masa depan yang lebih baik,” tutur Menko Airlangga.

Sumber Berita / Artikel Asli : Warta Ekonomi

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here