Menkominfo Ingin Buat Google Versi Indonesia Bernama Gatotkaca: Berapa Triliun yang Dibutuhkan Saya Siap

118

Johnny G Plate selaku Menteri Komunikasi dan Informatika bercerita soal keinginannya untuk membuat mesin pencarian Google versi Indonesia bernama Gatotkaca.

Hal ini disampaikan Johnny G Plate ketika menjadi bintang tamu di acara Podcast Deddy Corbuzier pada hari Rabu 3 Agustus 2022.

Menurut Johnny G Plate nantinya mesin pencarian ini akan memiliki fungsi layaknya Google Chrome.

 

Kemudian Deddy Corbuzier melontarkan pertanyaan soal apakah Indonesia bisa membuat aplikasi media sosial seperti Instagram.

Johnny G Plate menjawab dengan penuh percaya diri bahwa bangsa Indonesia harus bisa membuat aplikasi seperti Instagram, bahkan ia ingin Indonesia memiliki mesin pencariannya sendiri.

 

“Harus bisa,” ujar Johnny G Plate, dikutip dari katadata.co.id, Jumat 5 Agustus 2022.

“Bukan hanya aplikasi Instagram, tapi search engine pun harus bisa kita (warga Indonesia) buat,” lanjut Johnny G Plate.

Selain itu, gagasan Johnny G Plate terkait mesin pencarian seperti Google namun buatan Indonesia ini sudah dirinya lontarkan sejak tahun 2019.

“Bisa tidak kita membuat search engine. Name it Gatotkaca misalnya,” tutur Johnny G Plate.

Bahkan orang nomor satu di Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) tersebut sudah memperkirakan biaya yang dibutuhkan untuk merancang mesin pencarian Google versi Indonesia tersebut.

“Berapa triliun uang yang dibutuhkan untuk membangun itu. Saya sudah mempersiapkannya,” papar Johnny G Plate.

Namun demikian wacana untuk memiliki mesin pencarian buatan tanah air harus dikesampingkan karena pandemi Virus Corona yang terjadi pada awal tahun 2020.

Lebih lanjut lagi, ia berpendapat sudah waktunya Indonesia mempunyai kedaulatan sendiri dalam dunia digital dengan cara mempunyai aplikasi milik sendiri.

Oleh karena itu pemerintah telah membentuk prasarana digital yang dimulai dari hulu sampai hilir, diawali dengan backbone, middle mile hingga last mile.

Pada lapisan backbone, telah terdapat lebih dari 359 ribu kilometer jaringan fiber optik baik di darat dan di laut Indonesia.

Pemerintah juga mendirikan Palapa Ring sepanjang 12.300 kilometer. Nantinya akan ditambahkan dengan ekstensi Palapa Ring 12.083 kilometer di darat dan di laut pada 2022.

Jumlah keseluruhan fiber optik 12.399 kilometer rencananya akan dibangun tahun depan. Ini akan menyempurnakan sekitar 370 ribu kilometer fiber optik yang diperkirakan ukurannya lebih dari sembilan kali lingkaran bumi.

Pada lapisan middle mile, Kominfo membangun infrastruktur microwave link, fiberlink, serta satelit.

Kominfo telah menyusun Satelit Satria I melalui Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI).

Sumber Berita / Artikel Asli : terkini

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

38 − = 35