Menko Luhut Buka Tantangan Audit Terkait Bisnis PCR, Novel Baswedan: Ini Kesempatan yang Baik

404
Ferry Juliantono

Eks pentolan KPK Novel Baswedan menyatakan bersedia menjadi tim auditor tes PCR oleh PT Genomik Solidaritas Indonesia (GSI). Pernyataan itu sebagai jawaban atas tantangan yang dilayangkan Menko Luhut untuk membuktikan dirinya tidak mengambil keuntungan dalam bisnis PCR itu.

“Kesempatan untuk bisa mengaudit ini kesempatan yang baik. Saya dengan kemampuan saya, punya pendidikan auditor juga, saya juga mantan penyidik, saya juga punya pendidikan hukum tentunya saya punya kemampuan untuk analisis dan lain-lain,” tutur Novel dilansir dari Cnnindonesia.com pada 29 November 2021.

Menurut Novel, dia bersama kawan-kawan sempat mengadakan penelitian singkat terkait bisnis menggiurkan ini. Dalam penelitian singkat itu, Novel sangat memahami bahwa ada praktik kolusi dan korupsi di dalamnya. Apalagi, PCR di masa pandemi menjadi kebutuhan bagi semua orang di Indonesia, bahkan di seluruh dunia.

“Ini masalah serius. Tentunya ketika hal sepenting ini dikuasai oleh pihak-pihak tertentu dan kemudian diambil keuntungan untuk pribadi atau kelompok-kelompok tentu ini masalah serius bukan dilihat sebagai hal sepele,” ujarnya.

Dugaan bahwa Luhut dan Erick Thohir ikut terlibat bisnis PCR pertama kali diungkap oleh eks Direktur YLBHI Agustinus Edy Kristianto.

 

Edy menegaskan adanya keterlibatan Luhut lewat PT Toba Bumi Energi dan PT Toba Sejahtera. Sementara Erick Thohir terlibat melalui Yayasan Adaro Bangun Negeri yang berkaitan dengan PT Adaro Energy Tbk (ADRO). Perusahaan ini dipimpin oleh saudara Erick, Boy Thohir.

Menanggapi dugaan itu, Luhut mengelak bahwa ia sama sekali tidak mengambil keuntungan. Ia bahkan menantang untuk melakukan audit

“Ini masalah kemanusiaan. Saya juga gak habis pikir kalau saya sebagai pejabat negara ngambil untuk dari masalah kemanusiaan,” ujar Luhut Pandjaitan.

 

“Lu audit saja itu, selesai, kok. Ngapain jadi mulutmu capek-capek nyumpahin orang padahal kamu sendiri gak tau di mana (berkontribusi apa) saat ramai-ramai Covid-19 itu,” ujar Luhut dilansir dari Pikiranrakyat.com.

Sumber Berita / Artikel  Asli : terkini 

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

3 + 6 =