Mengejutkan! Akademisi Kedokteran Ungkap Penurunan Kasus Covid-19 di Indonesia Diduga Bukan Gegara Vaksinasi Semata

475

Penurunan kasus Covid-19 saat ini, menurut Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (Unpad) Dwi Agustian, boleh jadi bukan hanya karena andil vaksinasi semata, namun kombinasi dengan gelombang kedua.

Menurut Dwi, sejauh ini cakupan vaksinasi Covid-19 di Indonesia belum mencapai 70 persen sebagai ambang batas teori herd immunity atau kekebalan komunitas.

“Sehingga saya punya hipotesis yang belum teruji, ini kemungkinan dihasilkan gelombang besar populasi masyarakat yang terinfeksi lalu memiliki ketahanan varian Delta,” terangnya dalam kegiatan ‘Satu Jam Berbincang Ilmu’ yang digelar secara daring Dewan Profesor Universitas Padjadjaran, Sabtu 11 Desember 2021.

Gelombang kedua kasus virus corona di Indonesia ditandai lonjakan kasus harian sebanyak 56.757 orang pada 15 Juli 2021.

Sebelum lonjakan itu, beber Dwi, pada Januari 2021 dimulai vaksinasi Covid-19 dan temuan varian Delta pada 3 Mei 2021 sebelum hari raya Idulfitri, kasus Covid-19 pada Juli-Agustus 2021 disebabkan virus yang tidak bervariasi.

“Semua didominasi varian Delta,” tegas dosen dengan keahlian epidemiologi spasial itu.

Tren kasus baru, imbuh Dwi, hariannya kemudian sangat jauh berkurang per 16 November 2021 lalu.

Menurutnya, Indonesia tidak bisa mencegat masuknya varian Delta di bandara dengan aturan karantina selama tiga hari bagi orang yang tiba dari luar negeri.

“Sehingga kita kecolongan dapat varian Delta,” beber ahli ilmu kesehatan masyarakat itu.

Selain itu, lanjut Dwi, ada masalah pada sistem kesehatan sehingga banyak kasus Covid-19 yang tidak terlaporkan.

“Tantangannya sekarang adalah dengan varian Omicron. Sejauh ini, dilaporkan belum ada temuan di Indonesia dari hasil pemeriksaan sampel yang ada. Sementara, varian baru Covid-19 itu sudah ditemukan di Singapura. Mampukah pemerintah Indonesia menjaga perbatasan dari varian baru ini,” lontarnya.

Sementara itu, Guru Besar Unpad Bidang Kedokteran Anak Kusnandi Rusmil yang ikut dalam diskusi, mengatakan beberapa orang menanyakan kenapa sekarang tidak ada lonjakan kasus ketiga.

“Apakah karena herd immunity atau kebanyakan kita sudah tertular tanpa gejala jadi punya kekebalan,” ungkap Kusnandi.

Untuk menemukan jawabannya, ia mengatakan, muncul usulan riset pada kalangan sivitas akademika Unpad.

Dwi Agustian menambahkan, jumlah mahasiswa Unpad sekitar 30-40 ribu orang dan tersebar di berbagai daerah.

“Dari sampel populasi itu bisa dilihat kondisi kekebalan tubuh terhadap Covid-19 melalui pengambilan darah untuk diperiksa. “Itu data untuk menjawab pertanyaan,” ungkap Ketua Satuan Tugas Covid-19 Unpad itu.

Sumber Berita / Artikel Asli : Terkini

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here