Mendagri ‘Tonjok’ Lagi Habib Rizieq Soal BPIP, Maklum Orang Gak Paham

905

JAKARTA – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo membalas pernyataan Habib Rizieq Shihab yang mengkritik Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

Tjahjo menyebut imam besar Front Pembela Islam (FPI) itu tak paham lembaga yang bertugas membantu presiden dalam merumuskan implementasi ideologi Pancasila terebut.

Demikian disampaikan Tjahjo Kumolo kepada wartawan di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (26/8/2019).

“Saya kira yang mengkritik BPIP belum paham mengenai fungsi dan tugasnya. Urusan Pancasila, UUD 1945, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika itu sudah final,” ujarnya.

Anak buah Megawati Soekarnoputri itu menegaskan, keberadaan BPIP untuk implementasi Pancasila dalam semua kebijakan pemerintahan.

“Setiap keputusan politik pembangunan di semua tingkatan itu harus diimplementasikan dengan Pancasila,” ucap Tjahjo.

Mantan Sekjen PDIP itu menambahkan, BPIP tersebut berisikan para tokoh termasuk mantan presiden.

Menurutnya, kesediaan mereka menjadi bagian BPIP demi menjaga keutuhan bangsa dan negara.

“Kalau ada yang mempermasalahkan BPIP, sama saja permasalahkan Pancasila. Padahal itu (Pancasila, red) sudah final,” tegasnya.

Sebelumnya, melalui sebuah video yang diputar saat Milad ke-21 FPI, melalui video, Habib Rizieq menyebut pemerintahan Presiden Jokowi tidak paham hakikat Pancasila telah membentuk BPIP.

Menurutnya, BPIP diisi oleh orang-orang yang tidak memahami esensi ideologi negara tersebut.

Bahkan ia menyatakan badan yang dipimpin Megawati Soekarnoputri itu sebagai lembaga yang mengancam dasar-dasar negara.

Menurut Rizieq, lembaga itu juga tidak bermanfaat, justru membuang-buang anggaran negara.

“Jangan salahkan orang saat ini menyebut bahwa BPIP adalah Badan Pengkhianat Ideologi Pancasila sehingga harus dibubarkan,” ujar Rizieq dalam video tersebut.

Rizieq menilai BPIP merupakan lembaga berkedok belaka yang ingin menggantikan Pancasila sebagai pedoman negara.

Dia menganggap cara itu merupakan tindakan ilegal dan inkonstitusional yang dilakukan secara sistematis karena menggunakan lembaga negara.

Selain itu, Rizieq juga menilai anggota BPIP seperti KH Ma’ruf Amin, Mahfud MD, Syafii Maarif, A.A. Yewangoe dan lainnya tidak mengerti Pancasila.

Ironisnya, kata Rizieq, mereka yang tergabung dalam BPIP malah digaji oleh negara.

“Tiap anggotanya hanya untuk menonton dagelan pengkhianatan pergeseran Pancasila dari dasar negara menjadi pilar negara,” jelas Rizieq.

(jpnn/ruh/pojoksatu)

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here