Menag dari Militer, Begini Kata Aa Gym

1497

Jakarta – Kabar polemik pengangkatan purnawirawan militer sebagai Menteri Agama (Menag), Fachrul Razi, sampai ke telinga KH Abdullah Gymnastiar atau akrab disapa Aa Gym. Dai kondang itu menyatakan segala sesuatu itu kembalikan semua kepada Allah SWT. Termasuk soal menteri atau pembantu presiden serahkan keputusannya kepada Allah agar masyarakat tidak risau.

“Sudah, kembali ke Allah, kabinet dipikirin juga engga berubah dengan dipikirin kita,” kata Pimpinan Ponpes Daarut Tauhid itu dalam sebuah potongan video saat menyampaikan Kajian Ma’rufatullah di Masjid Daarut Tauhid, Jumat (25/10).

Meski jabatan Menteri Agama banyak menuai protes, Aa Gym tetap mendoakan agar mampu menjalankan tugas dengan baik serta memiliki rasa takut kepada Allah. Orang yang takut kepada Allah pasti orang baik dan memiliki pemikiran yang benar.

“‘Wah, A, itu sekarang menteri agamanya tentara, katanya?’ Padahal, saya anak tentara. Ya, doakan saja supaya takut ke Allah,” ucap dia.

Dia mengatakan, jika Menteri Agama menyinggung soal radikalisme, maka harus disikapi dengan tenang dan pembuktian. Itu untuk mencegah lahirnya fitnah di tengah masyarakat.

“‘Tapi kan ngomongnya radikalisme’. Ya, tenang, tinggal kita buktikan saja, kita bukan orang-orang yang bersikap radikal. Yang radikal itu kan yang kemarin masuk-masuk itu. Kalau beda pendapat mah bukan radikal, janggutan bukan radikal. Tinggal kita saja buktikan,” kata dia.

Selain Menteri Agama, Aa Gym juga menyinggung soal menteri pendidikan dan kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim. Ia meminta masyarakat untuk memperkuat pendidikan anak mulai dari keluarga.

Terkait status keagamaan Nadiem, Aa Gym meminta agar masyarakat tabayyun terlebih dahulu. Ia juga meminta agar mendoakan agar diberi petunjuk dalam menjalankan tugas.

“Tinggal kita saja sekarang didik diri, didik keluarga dengan baik kan ada Allah yang nanti membulak-balik hati,” kata Aa Gym.

Dia menegaskan, sebagai seorang muslim, tidak boleh memikirkan sesuatu secara berlebihan sehingga melupakan Allah. Pikiran-pikiran negatif akan menimbulkan kegelisahan dan membuat seseorang malas untuk berzikir.

“Periksa sajalah kalau lagi gelisah nyambung enggak ke Allah? Pasti enggak nyambung. Kebanyakan mikir kurang zikir. Harusnya tiap mikir jadi zikir. Allah itu penguasa segalanya. Jadi jangan sampai ada persoalan yang kita anggap besar dan melupakan Allah Yang Maha Besar,” kata dia.(EP) indonesiainside

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

11 − 4 =