Megawati: Silakan Tipu Saya, Tak Apa Saya Akan Diam

478

Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri sempat mengeluh. Pasalanya pada 2014 silam, ia banyak ditipu, sampai partainya yang menang pemilu tidak mendapatkan jatah kursi pimpinan di DPR dan MPR.

‎”Jaman dulu kita dikibuli terus. Untung Bu Mega lapang dada,” ujar Megawati di Kongres ke-V PDIP di Bali, Kamis (8/8).

Megawati berujar, kala itu partai yang tergabung dengan Koalisi Merah Putih (KMP) menyebut bahwa pemenang Pemilu 2014 silam sudah mendapatkan jatah Presiden Indonesia. Sehingga tidak mendapatkan kursi pimpinan di DPR dan MPR.

“Katanya partai pemenang jadi Presiden RI, eh kue dipotong. Gile. Ini republik Indonesia yang kita cintai, gile deh,” tegasnya.

Namun demikian, apabila dirinya kembali ditipu. Maka Megawati juga tidak mempermasalahkannya. Sebab ia meyakini kebenaran akan menang. Sehingga PDIP bisa mendapatkan kejayaan.

“Silakan tipu saya, bohongi saya, tak apa saya diam. Suatu saat kemenangan kita raih,” tuturnya.

Megawati berpesan kepada Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto ‎dan Plt Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa untuk mendukung supaya PDIP bisa mendapatkan jatah kursi di DPR dan MPR. Sehingga tidak lagi dibohongi sebagai pemenang Pemilu 2019.

“Jadi, jangan mblenjani (mengikari) lho. MD3 loh,” ungkapnya.

Sekadar informasi yang dimaksud Megawati sebagai UU MD3 adalah bahwa parpol pemenang pemilu mendapatkan kursi Ketua DPR.

Pada 2014, PDIP sudah menjadi pemenang pemilu namun jatah kursi itu tak diberikan. Dibuat undang-undang baru yang menyebut, yang duduk di kursi ketua DPR adalah yang dipilih berdasarkan pemilihan. Akhirnya Golkar yang mendapat jatah itu. jpg

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

56 − = 49