Megawati Keluarkan Perintah ke PDIP: Jangan Anggap Remeh Varian Omicron

548
Megawati Soekarnoputri

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri memerintahkan kader PDI Perjuangan di seluruh Indonesia untuk tidak menganggap remeh varian baru Covid-19 Omicron.

Hal itu disampaikan oleh Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto dalam keterangannya di Jakarta, Selasa, 30 November 2021.

“Sejak awal pandemi COVID-19, Ibu Megawati Soekarnoputri memerintahkan seluruh kader PDI Perjuangan di seluruh Indonesia untuk tanggap dan cepat merespons perkembangan situasi serta ancaman virus COVID-19, termasuk sigap menyosialisasikan protokol kesehatan dan membantu masyarakat menghadapi dampak pandemi,” ujar Hasto, dikutip dari Antara.

Keputusan itu dikeluarkan lewat Surat Instruksi Khusus Bernomor 3548 yang dikeluarkan 29 November 2021 ditandatangani Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto dan Ketua DPP PDIP Bidang Kesehatan, Perempuan, dan Anak Sri Rahayu serta ditembuskan kepada Kepala Pusat Analisa dan Pengendali Situasi (Situation Room) PDIP M. Prananda Prabowo.

Surat instruksi itu ditujukan kepada seluruh pengurus DPC dan DPD PDIP dan atau dan/atau wakil kepala daerah provinsi dan kabupaten/ kota kader PDI Perjuangan, serta pimpinan DPRD provinsi dan DPRD kabupaten/Kota dari PDI Perjuangan di seluruh Indonesia.

“Ibu Mega berpesan jangan anggap remeh varian Omicron karena hal tersebut bisa menggerus imunitas, meski sudah divaksin. Jadi yang sudah divaksin tetap hati-hati,” ujar Hasto.

Hasto menegaskan bahwa seluruh konsentrasi PDI Perjuangan saat ini adalah bergerak ke bawah membantu rakyat dan mendorong program kerakyatan untuk mengurangi dampak pandemi Covid-19 tersebut.

“PDI Perjuangan meyakini bahwa Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan K.H. Ma’ruf Amin akan melakukan langkah-langkah terbaik untuk mengatasi pandemi ini,” kata dia.

Hasto menjelaskan instruksi dari Megawati itu agar segera ditindaklanjuti dan dilaksanakan oleh kader partai di seluruh Indonesia.

“Ibu Megawati dan jajaran DPP PDI Perjuangan akan secara aktif melakukan pemantauan atas pelaksanaan instruksi tersebut,” kata Hasto.***

Sumber Berita / Artikel Asli : Pikiran Rakyat

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

50 + = 55