Mati Listrik, Ikan Koi Milik JJ Rizal Mati 43 Ekor

511

Mati listrik pada Minggu (4/8) berimbas kerugian pada banyak pihak. PLN sendiri merugi sekitar Rp 90 miliar. Angka tersebut merupakan kalkulasi dari jumlah listrik yang hilang dikali dengan durasi mati listrik sekitar 10 jam. Lalu dikalikan dengan harga tarif listrik per kWH sebesar Rp. 1.457.

Tidak hanya PLN, warga yang terdampak mati listrik juga mengalami kerugian secara materi maupun non materi. Salah satunya, warga yang memelihara ikan jenis koi yang dikenal harus diperlakukan khusus untuk bisa berkembang sehat.

Sama seperti kebanyakan warga yang terdampak mati listrik, JJ Rizal (47) tidak menyangka mati listrik pada Minggu (4/8) akan berlangsung lama. Sejarawan yang juga penggemar ikan ini harus kehilangan 43 ikan koi yang ia pelihara selama 6 tahun terakhir.

JJ Rizal merawat ikan-ikan tersebut seperti merawat anak sendiri. Karena ia telah banyak meluangkan waktu mulai dari mengondisikan air supaya cocok untuk habitat koi hingga membuat mereka tumbuh besar.

“Meluangkan waktu untuk merawat air lalu membuat mereka tumbuh kenal lulut itu yang sulit dihitung dengan uang. Ini persis harus menjawab bagaimana merupiahkan ‘anak-anak’ kita yang mati?” kata JJ Rizal .

Rizal menceritakan, pada Senin (5/8) sekitar pukul 1.30 WIB semua ikan peliharaannya sudah mengambang di kolam. Sebenarnya ia sudah memperkirakan hal ini, karena hingga tengah malam listrik belum juga pulih.

Padahal ikan koi perlu diberikan asupan oksigen secara berkala lewat mesin aerator. Namun, mesin miliknya hanya mampu bertahan paling lama enam jam tanpa tersambung listrik.

“Dalam gelap, hanya dibantu cahaya emergency lamp yang mulai redup, saya mengubur 43 koi yang telah saya pelihara selama sekitar enam tahun dari dua kolam di rumah saya.” ucap Rizal. [kumparan]

 

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

87 − = 80