Ma’ruf: Meninggalnya Satu Suku Itu Lebih Ringan daripada Meninggalnya Ulama

318
Maaruf Amin

Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin menyoroti jumlah kematian para tokoh agama Islam akibat terpapar Covid-19.

Ia memaparkan bahwa menurut data dari Kementrian Agama, ada sebanyak 606 kiai, ulama, dan pengasuh pesantren yang meninggal akibat COVID-19 per 7 Juli 2021.

Ia pun menjelaskan dengan mengutip sebuah hadits bahwa kematian ulama merupakan sebuah kerugian besar bagi umat Islam dibandingkan kematian sebuah suku.

“Meninggalnya para kiai dan ulama adalah musibah yang tidak tergantikan. Dan sebuah bocoran yang tidak bisa ditambal, wafatnya para kiai dan ulama laksana bintang yang padam. Meninggalnya satu suku itu lebih ringan daripada meninggalnya ulama,” ucap Ma’ruf dikutip terkini.id dari Voa.

Selanjutnya, ia kemudian berterima kasih kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang telah mengeluarkan fatwa terkait larangan pelaksanaan ibadah di Masjid demi pencegahan penularan Covid-19.

“Saya juga mengapresiasi MUI yang telah menerbitkan fatwa tentang penyelenggaraan ibadah dalam situasi pandemi COVID-19 dan mengajak umat Islam untuk menjaga kesehatan,” ungkapnya.

Selain itu, ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada lembaga pemerintah Badan Amil Zakat Nasional (Baznaz) yang telah membuat program ‘Kita Jaga Kiai’ untuk mencegah penularan Covid-19 di kalangan tokoh ulama.

Sebagai informasi, program ‘Kita Jaga Kiai’ merupakan program yang bertujuan untuk menjaga kesehatan ulama dan para santri di pondok pesantren.

Adapun kegiatannya yaitu berupa vaksinasi, pemberian peralatan kebersihan dan sebagainya.

Sumber Berita / Artikel Asli : Terkini

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here