Ma’ruf Amin di Sidimpuan: Orang NU Tidak Dukung Kader NU, Innalillahi

566

PADANGSIDIMPUAN – Calon Wakil Presiden (Cawapres) Nomor Urut 01, KH Ma’ruf Amin kembali menegaskan, orang Nahdhatul Ulama (NU) yang tidak mendukung kader NU, innalillahi. Sebab, alasannya bersedia mendampingi Joko Widodo (Jokowi) karena diminta ulama.

“Alasan yang kedua, saya bersedia mendampingi pak Jokowi karena keputusan itu penghormatan kepada ulama,” ujar Ma’ruf Amin di hadapan ribuan peserta Tabligh Akbar dan Salat Dhuha bersama di Jalan Sudirman, Alaman Bolak, Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara (Sumut), Minggu (10/03/2019). Ma’ruf Amin turut didampingi Wali Kota Padangsidimpuan Irsan Effendi Nasution.

Menurut Maa’ruf Amin, ketika mengambil keputusan Jokowi bisa saja mengambil cawapres dari unsur TNI, Polri, politisi atau unsur lain. Namun Jokowi memilih ulama sebagai kecintaannya terhadap ulama. “Kalau yang didukung ulama tapi setelah jadi maka Wabillahi,” tuturnya.

Alasan lain dia bersedia mendampingi Jokowi, karena selama masa jabatannya sebagai Presiden, Jokowi sudah banyak berbuat bagi rakyat dan negara, seperti membuat Kartu Indonesia Sehat (KIS). Program yang digagas langsung oleh mantan Gubernur DKI Jakarta itu sudah dibagikan kepada 215 juta rakyat Indonesia. “Alhamdulillah, sampai sekarang yang sudah dibayarkan hampir 100 juta penerima kartu,” imbuhnya.

Selain itu menurut Amin, saat ini masyarakat tidak perlu takut untuk menyekolahkan anaknya, karena pemerintah sudah membuat program Kartu Indonesia Pintar (KIP). Dengan program ini seluruh warga negara dijamin pendidikannya oleh negara.

Diceritakannya, ada salah seorang mahasiswa bernama Herawati. Berkat adanya program KIP tersebut, dia sudah bisa menyelesaikam studinya hingga S3 dengan predikat cumlaude. “Padahal, orang tuanya hanya bekerja sebagai penarik becak,” tuturnya.

Dia menambahkan, pada masa kepemimpinan Jokowi masyarakat Indonesia sudah bisa makan telor, melalui program PKH. Dengan majunya dia mendampingi Jokowi saat ini, maka diharapkan ke depannya akan lahir santri yang bisa menjadi calon presiden.

“Banyak santri yang sudah menjadi pemimpin seperti di Jawa Tengah, Jawa Timur, semuanya berasal dari santri. Seorang santri harus berfikiran optimistis,” pungkasnya.

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...