Maman Abdurrahman: Jangankan BPN, Hasil Survei TKN Saja Saya Enggak Percaya

795

Anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Maman Abdurrahman mengaku tak percaya pada hasil survei internal dari Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Hal tersebut seperti yang tampak dalam program iNews Special Report, Selasa (12/3/2019) malam.

Awalnya, sang pembawa acara program Special Report bertanya apakah TKN percaya atau tidak pada hasil survei BPN.

“Saya hanya percaya pada Allah SWT,” jawab Maman santai.

Maman lantas menjelaskan, perlu disepakati bahwa survei adalah pemetaan atas apa yang ada kemarin, dan hari ini.

“Artinya dalam rangka untuk kita melakukan langkah-langkah, kita dapat mengetahui apa plus minus, kelemahan maupun kelebihan kita,” terang Maman.

“Jadi artinya survei itu digunakan sebagai alat indikator ataupun parameter untuk menilai kelemahan maupun kelebihan kita, serta kekuatan, kekuatan lawan maupun kekuatan kita,” imbuhnya.

Wasekjen DPP Partai Golkar ini juga berpendapat, terkait survei digunakan sebagai alat klaim kemenangan, ia menanggap hal tersebut tidaklah benar.

“Jadi yang ingin saya sampaikan bahwa, terkait survei, bagi saya bukan ingin mengatakan bahwa pak Jokowi menang atau kalah, Pak Prabowo menang atau kalah. Tapi kita ingin melihat kekuatan atau kelemahan kita di mana,” ungkapnya.

Maman mengaku, dirinya tak percaya pada hasil survei dari BPN.

Namun, bukan hanya BPN, Maman mengaku dirinya juga tidak percaya pada hasil survei dari TKN.

“Jangankan BPN, hasil survei TKN saja saya juga nggak percaya,” ujarnya.

“Kan tadi saya sudah bilangm kalau bagi saya, dan bagi kita, itu sebagai alat untuk mengukur ataupun mengecek kelemahan dan kelebihan kita.”

Maman berpendapat, hal terpenting dari adanya survei adalah dapat mengetahui kelemahan maupun kelebihan dari tim, dan mau mengintrospeksi dan memperbaiki kelemahan dan kelebihan tersebut.

“Banyak orang mengatakan hasil survei juga belum tentu, banyak juga yang hasil surveinya tinggi tapi ternyata fakta di lapangan berbeda,” ungkap Maman.

Bahkan, Maman mengakui tak percaya pada hasil survei independen.

“Kalau misal BPN melakukan survei, pasti dia melakukan survei untuk kepentingan subjektivitas BPN. Subjektivitasnya apa ya saya nggak tahu,” terangnya.

Maman menyebutkan, hal tersebut juga terjadi di TKN.

Namun, ujar Maman, subjektivitas TKN sendiri adalah untuk bisa mengetahui sedetail mungkin soal apa kelebihan dan kelemahan dari TKN.

Simak videonya:

Diberitakan Kompas.com, Koordinator juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Dahnil Anzar Simanjuntak mengklaim, berdasarkan hasil survei internal, elektabilitas pasangan capres dan cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno telah mencapai 54 persen.

Sementara, elektabilitas Joko Widodo-Ma’ruf Amin diklaim berada di angka 40 persen.

Hal tersebut disampaikan Dahnil saat dimintai tanggapan terkait hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang menunjukkan elektabilitas Jokowi-Ma’ruf lebih tinggi dari Prabowo-Sandiaga.

“Hasil survei kami, justru saat ini sudah crossing, Prabowo-Sandi sudah di angka 54 persenan sedang Jokowi 40-an,” kata Dahnil, Senin (11/3/2019).

Namun, tak dijelaskan oleh Dahnil mengenai rincian hasil survei internal tersebut.

Dahnil lantas mengatakan, pihaknya yakin Prabowo-Sandiaga bisa memperoleh suara di atas 60 persen pada saat pencoblosan nanti.

“Jadi kami yakin beberapa hari ini pada saat pencoblosan Prabowo-Sandi itu bisa menang di atas angka 60 persen,” kata Dahnil. (TribunWow.com/ Nanda)

.tribunnews

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...