Makin panas, Kapolri Listyo Sigit ikut diseret dalam kasus donasi Akidi Tio: Bikin gaduh dan malu!

1799
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo

Indonesia Police Watch (IPW) mendesak agar Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo memeriksa lebih lanjut Kapolda Sumatera Selatan (Sumsel) Irjen Eko Indra Heri terkait kasus donasi Akidi Tio.

Plt Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso menilai, tindakan dari aparat kepolisian sekelas Kapolda Sumsel itu justru membuat gaduh bangsa dan mempermalukan institusi Polri.

Oleh sebab itu, pihaknya mendesak Kapolri Listyo Sigit agar segera menonaktifkan jabatan Eko Indra Heri sebagai Kapolda Sumsel.

“Hal itu, yang membuat kegaduhan di tanah air dan mempermalukan institusi Polri. Karenanya, dalam menangani kasus sumbangan itu, IPW mendesak Kapolri Jenderal Sigit Listyo menonaktifkan Kapolda Sumsel,” ujar Sugeng kepada wartawan, dikutip Hops pada Selasa, 3 Agustus 2021.

Kapolri, Komjen Listyo Sigit Prabowo
Kapolri, Komjen Listyo Sigit Prabowo. Foto Antara | Kapolri Listyo Sigit ikut diseret dalam kasus donasi Akidi Tio

Selain itu, Sugeng juga menegaskan agar Bareskrim Polri segera mengambil alih kasus sumbangan hibah dana Rp 2 triliun dari keluarga Akidi Tio yang bikin geger tersebut.

“Bareskrim Polri harus mengambil alih kasus sumbangan hibah dana Rp 2 triliun keluarga Akidi Tio dan memeriksa Kapolda Irjen Eko Indra Heri,” katanya.

Hal itu lantaran, kata Sugeng, Kapolda Sumsel menerima langsung sumbangan secara simbolis dari keluarga Akidi Tio.

“Pasalnya, Kapolda Sumsel yang langsung menerima sumbangan secara simbolis dari anak bungsu Akidi Tio, Heriyanti. Namun, uang untuk penanganan COVID-19 di Palembang dan Sumsel itu belum dapat dicairkan,” tutur Sugeng.

Kapolda Sumsel tidak profesional

Keluarga almarhum Akidi Tio saat menyerahkan bantuan senilai Rp2 triliun yang diterima oleh Kapolda Sumsel Eko Indra, Gubernur Sumsel Herman Deru, Senin (26/7/2021). Foto: Ist
Keluarga almarhum Akidi Tio saat menyerahkan bantuan senilai Rp2 triliun yang diterima oleh Kapolda Sumsel Eko Indra, Gubernur Sumsel Herman Deru, Senin (26/7/2021). Foto: Ist

Sugeng menambahkan, Kapolda Sumsel Irjen Eko tampak seperti tidak profesional, tidak cermat, dan tidak jeli.

Seharusnya pihak Polda Sumsel memastikan bahwa dana Rp 2 triliun Akidi Tio itu memang ada sebelum dipublikasikan.

Sugeng juga berpendapat Kapolda Sumsel Irjen Eko tidak tepat menerima sumbangan tersebut karena bukan tupoksinya.

Menurutnya, sumbangan untuk dana COVID-19 tersebut seharusnya diberikan kepada Satgas COVID-19.

“Proses pemeriksaan anak Akidi Tio, Heryati oleh Polda Sumsel harus dilihat sebagai usaha Kapolda Sumsel membersihkan diri dari sikap tidak profesional menerima sumbangan tersebut,” ungkapnya.

“Ini potensi adanya prank. Nah lho, masa mau bilang tersangka lagi. Ini betul-betul tidak profesional Kapolda Sumsel,” imbuh Sugeng.

Sumber Berita / Artikel Asli : HOPS

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here