Mahfud MD Tak Bisa Larang Anwar Abbas Ngomong Karena Tak Langgar Hukum, Ferdinand: Copot Menkopolhukam!

649
Ferdinand Hutahaean

Belakangan ini nama Wakil Ketua Umum MUI, Anwar Abbas, mendadak ramai diperbincangkan menyusul kritikan-kritikan pedasnya terhadap Densus 88.

Apalagi pasca penangkapan Ustad Farid Okbah yang diduga sesepuh JI, Anwar Abbas menilai Densus 88 telah melakukan kriminalisasi terhadap ulama.

Hal itu pun membuat geram sebagian masyarakat, karena Anwar Abbas kerap berpihak terhadap orang-orang radikal, sehingga ia dikecam banyak pihak.

Terkait hal itu, Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD, mengatakan bahwa ia tak bisa melarang Anwar Abbas untuk berbicara.

Pasalnya, Mahfud MD menilai bahwa pernyataan-pernyataan Anwar Abbas selama ini tidak melanggar hukum, karena itu ia tak bisa melarangnya berhenti berbicara.

“Kita tak bisa melarang KH Anwar Abbas ngomong. Selama ini dia tidak melanggar hukum,” kata Mahfud MD melalui akun Twitter pribadinya, dikutip Galamedia, Sabtu 20 November 2021.

Mahfud MD kemudian menyebut bahwa Anwar Abbas itu sangat diperlukan keberadaannya karena mempunyai perspektif lain terkait masalah yang sedang dihadapi di negeri ini.

Bahkan ia menyebut Anwar Abbas sama seperti Said Didu yang diperlukan pernyataan-pernyataannya sebagai pembanding dalam menyikapi suatu kasus.

“Orang seperti KH Anwar Abbas diperlukan agar kita punya perspektif lain tentang masalah yang kita hadapi. Sama dengan Pak @msaid_didu suka ngeritik dengan centil dan lucu. Kita perlu dia biar ada pembanding,” terangnya.

Akan tetapi, pernyataan Mahfud MD itu mendapat tentangan dari pegiat media sosial Ferdinand Hutahaean.

Ferdinand Hutahaean merasa heran dengan pernyataan Mahfud MD yang terkesan membela Anwar Abbas itu.

Menurutnya pernyataannya itu tidak sesuai dengan jabatannya sebagai seorang Menkopolhukam, karena sudah menganggap ucapan-ucapan Anwar Abbas sebagai pembanding.

Padahal masyarakat pun tahu bahwa ucapan-ucapan Anwar Abbas itu merupakan provokasi terhadap pemerintah demi membela MUI.

“Jabatannya Menkopolhukam, tapi menilai orang yang mengusulkan bubarkan Indonesia sebagai sebuah perspektif lain dan pembanding,” ujar Ferdinand Hutahaean.

Dengan adanya pernyataan Mahfud MD yang terkesan membela Anwar Abbas itu, Ferdinand Hutahaean pun merasa wajar dengan kegaduhan yang selama ini terjadi di Indonesia.

Ia menyampaikan bahwa kegaduhan di Indonesia kerap terjadi, lantaran sikap Mahfud MD yang terus-terusan menghormati perspektif orang-orang seperti Anwar Abbas.

“Kacau, pantesan Republik gaduh terus, ternyata bagi Menkopolhukam itu perspektif yang harus dihormati,” ujar Ferdinand Hutahaean.

Lebih lanjut, Ferdinand Hutahaean menegaskan bahwa masyarakat Indonesia tidak membutuhkan Menkopolhukam yang membiarkan bibit-bibit radikalisme dan perpecahan muncul.

Apalagi pembiaran munculnya bibit-bibit radikalisme dan perpecahan itu, dibalut dengan alasan berbeda perspektif.

“Kami tak butuh Menkopolhukam yang membiarkan bersemainya bibit-bibit radikalisme dan perpecahan dgn alasan perspektif lain,” tegasnya.

Tak hanya itu, Ferdinand Hutahaean meminta Mahfud MD untuk berhenti membela Anwar Abbas, lantaran ia kerap melemparkan hinaan dibalut kritikan terhadap pemerintahan Presiden Jokowi.

Ia juga meminta Presiden Jokowi untuk mencabut Mahfud MD dari jabatannya sebagai Menkopolhukam, karena sudah membela Anwar Abbas.

“Kami juga tak butuh Menkopolhukam yang membiarkan fitnah dan caci maki kepada Presiden dan pemerintah dengan membalutnya seolah kritik. Copot Menkopolhukam,” pungkasnya.***

Sumber Berita / Artikel Asli : Galamedia

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

+ 79 = 81