Mahfud MD Dikritik karena Nonton Ikatan Cinta: Daripada Buka Situs Porno

396

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD mengaku santai meski dikritik karena menyaksikan sinetron Ikatan Cinta.

Hal itu disampaikan ketika dia menjadi pembicara di acara Dua Sisi yang diunggah di Youtube pada Kamis 29 Juli 2021.

Sebelumnya, Mahfud MD sempat menjadi perbincangan hangat dan mendapat sejumlah kritikan dari masyarakat karena asyik menonton Ikatan Cinta.

Padahal, di luar sana masyarakat merasa kesulitan ekonomi akibat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang kini menjadi PPKM Level 4.

Bahkan, tidak sedikit masyarakat yang menilai Mahfud MD sebagai sosok yang kurang memiliki empati, karena asyik menikmati sinetron Ikatan Cinta di tengah penderitaan rakyat.

Akan tetapi, dia pun mengaku santai dan tidak mempermasalahkan sejumlah kritikan yang dilontarkan kepadanya tersebut.

“Enggak apa—apa, kan tidak perlu ditanggapi, saya enggak pernah nanggapi juga. Itu bagus-bagus saja, kritik begitu, kan pejabat harus punya empati. Kalau itu dianggap enggak empati, ya silakan,” tutur Mahfud MD, dikutip Pikiran-Rakyat.com dari kanal Youtube tvOneNews, Jumat, 30 Juli 2021.

Selain itu, dia pun secara jujur mengatakan bahwa dirinya sering menyaksikan berbagai macam film setiap malam.

Mahfud MD pun menilai hal itu tidak masalah, daripada justru menyaksikan film-film yang tidak senonoh.

“Terus terang saya nonton tiap malem, tengah malem pun saya nonton film-film detektif, film pengadilan, memangnya kenapa? Daripada misalnya buka link porno, buka situs porno, kan itu banyak yang begitu, cuma enggak disiarkan,” katanya.

Bahkan sebelum tidur, Mahfud MD juga mengaku selalu memutar selawat dari Youtube, dan itu bukanlah sebuah masalah.

“Saya nonton saja, kalau mau tidur saya nyetel Youtube yang selawat-selawat itu, memangnya kenapa? Kan kita juga punya hak untuk melakukan itu tanpa mengurangi tugas-tugas kita,” ujarnya.

Mahfud MD menegaskan bahwa dirinya tidak mempermasalahkan kritikan yang disampaikan kepada masyarakat, karena tidak ada efek politik apa pun.

“Saya enggak apa-apa, silakan kritik, itu enggak ada efek politiknya. Ya enggak apa-apa dibilang enggak punya empati, enggak apa-apa,” katanya.***

Sumber Berita / Artikel Asli : Pikiran Rakyat

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here