Mahfud MD Beber Perilaku SBY Pada Zaman Pemerintahan Gus Dur Saat Menghadapi Masalah Negara

499
Mahfud MD

Menko Polhukam Mahfud MD beber perilaku Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY) pada zaman pemerintahan Gusdur saat menghadapi masalah negara.

Hal itu dituangkan Mahfud MD di akun twitternya baru-baru ini.

Ditengarai cuitan twitter Mahfud MD merespon unggahan mantan presiden SBY.

Diketahui SBY mengunggah cuitan di twitter yang isinya adalah doa agar pemerintah dan masyarakat Indonesia selamat dalam situasi bangsa yang saat ini diterpa badai pandemi Covid-19.

Informasi selengkapnya ada dalam artikel ini.

Dilansir Kompas.com, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan ( Menko Polhukam) Mahfud MD menyebut Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY) merupakan pribadi yang selalu berdoa.

Hal itu disampaikan Mahfud terkait twit SBY di Twitter pribadinya, @SBYudhoyono yang mendoakan pemerintah agar bisa mengatasi pandemi Covid-19.

“Saya kenal lama dengan Pak SBY. Sejak Pak SBY jadi Menko Polsoskam dan saya Menhan di era Gus Dur (Abdurrahman Wahid), memang beliau selalu mengajak berdoa,” ujar Mahfud dalam keterangannya, Jumat (30/7/2021).

Mahfud menceritakan, pada suatu hari, SBY pernah bermimpi buruk tentang situasi negara.

Setelah mengalami mimpi buruk itu, SBY lalu mengajak dirinya untuk berdoa.

“Pak SBY pernah bercerita bermimpi buruk tentang situasi negara dia lalu mengajak saya berdoa. Itu juga sudah saya tulis di buku saya, Setahun Bersama Gus Dur (2003),” kata Mahfud.

Tak berhenti sampai di situ, ia juga menceritakan pengalaman SBY yang selalu berdoa, tepatnya ketika dirinya menjabat sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), sedangkan SBY masih menjadi presiden.

Mahfud mengatakan, ketika itu SBY selalu mengajak berdoa setiap menghadapi permasalahan bangsa.

Bahkan, kata dia, dalam pidato-pidato resminya, SBY sering mengajak berdoa dan berjuang dengan sabar.

“Bahkan juga memimpin pembacaan surat Al Fatihah saat konferensi pers di istana ketika ada berita Gus Dur wafat,” ucap Mahfud.

Sebelumnya, SBY menulis twit berupa doa memohon kepada Tuhan agar diberikan kemurahan hati-Nya kepada bangsa Indonesia.

“Selamatkan negeri kami dan kami semua. Bimbinglah pemerintah kami dan juga kami masyarakat Indonesia agar dapat mengatasi pandemi besar ini. Amin,” kata SBY, Rabu (28/7/2021).

WHO Tak Tahu Kapan Covid-19 Usai

lansir Kompas.com, presiden Joko Widodo mengatakan, hingga saat ini Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun belum dapat memprediksi kapan pandemi Covid-19 akan selesai.

Hal itu disampaikan Jokowi saat memberikan sambutan penyerahan penerima Banpres untuk pelaku usaha kecil dan mikro di halaman Istana Merdeka, Jumat (30/7/2021).

“Keadaan ini saya ngomong apa adanya. Bukan menakut-nakuti, tapi (pandemi) virus corona ini akan selesai kapan? WHO pun belum bisa memprediksi juga,” ujar Jokowi sebagaimana disiarkan YouTube Sekretariat Presiden.

“Inilah memang penularan varian Delta sangat cepat oleh karena itu bapak ibu semua harus bekerja lebih keras lagi dan tahan banting,” ucap Kepala Negara.

Dia mengungkapkan pemerintah selalu menjalankan penanganan sisi kesehatan.

Akan tetapi, sisi ekonomi pun pelan-pelan harus dijalankan.

Oleh karenanya, Jokowi menegaskan bahwa pemerintah tidak bisa mengambil opsi karantina wilayah atau lockdown dalam menekan penularan Covid-19.

“Kemarin PPKM Darurat kan semi lockdown.

Itu masih semi saja saya masuk kampung, saya masuk ke daerah semuanya menjerit untuk dibuka,” ucap Jokowi.

“Saya kira bapak ibu juga sama, mengalami hal yang sama.

Kalau lockdown bisa kita bayangkan, dan itu juga belum bisa menjamin dengan lockdown permasalahan bisa selesai.

Oleh sebab itu sekali lagi bapak ibu harus bekerja lebih keras lagi,” kata dia.

Jokowi menuturkan, meski omzet usaha turun hingga 75 persen, pelaku usaha kecil dan mikro diharapkan bisa bertahan dengan sekuat tenanga.

“Tetap kita kerjakan. Karena kita masih berproses menuju vaksinasi 70 persen yang kita harapkan nanti Insya Allah akhir tahun ini bisa kita selesaikan,” ucap Presiden.

“Kalau sudah 75 persen paling tidak daya tular virus ini agak terhambat kalau sudah tercapai kekebalan komunal atau herd immunity ambil berjalan akhir tahun ini,” kata Jokowi.

Klaim Covid-19 Melandai di Jawa

Jokowi mengklaim, kasus Covid-19 di Pulau Jawa sudah mulai melandai.

Keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet Jakarta per hari ini tercatat turun di angka 38 persen.

Padahal, beberapa waktu lalu angkanya hampir menyentuh 90 persen.

Meski demikian, kata Jokowi, saat ini angka kasus di luar Jawa mulai merangkak naik.

Presiden pun mengimbau warga untuk terus disiplin mematuhi protokol kesehatan, mulai dari memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

Ia juga mengajak seluruh pihak ikut menyukseskan program vaksinasi Covid-19.

Ditargetkan, 70 persen penduduk Indonesia sudah menerima vaksin pada akhir tahun ini.

Dengan demikian, herd immunity atau kekebalan komunal terbentuk dan pandemi segera berakhir.

“Keadaan ini saya ngomong adanya, bukan menakut-nakuti, tapi kasus virus corona ini akan selesai kapan WHO (World Health Organization) pun juga belum bisa memprediksi,” kata Jokowi.

Adapun PPKM Darurat Jawa-Bali diterapkan pada 3-20 Juli 2021.

Setelahnya, pemerintah memberlakukan PPKM Level 4 pada 21-25 Juli.

Selama periode tersebut dilakukan pembatasan kegiatan pada sejumlah sektor mulai dari pekerjaan, pendidikan, tempat makan, wisata, transportasi, seni budaya, hingga sosial kemasyarakatan.

Per 26 Juli hingga 2 Agustus pemerintah memperpanjang PPKM Level 4. Selama kebijakan tersebut diterapkan, pemerintah melonggarkan sejumlah sektor. (*)

Sumber Berita / Artikel Asli : Operanews

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here