Mahasiswa UNS Ditangkap usai Bentangkan Poster Kritik Jokowi, Sindiran Mustofa: Tanda Indeks Demokrasi Tumbuh

205
Mustofa Nahrawardaya

Humas Partai Ummat, Mustofa Nahrawardaya, mengomentari tindakan aparat yang mengamankan sejumlah mahasiswa UNS yang ditangkap lantaran membentangkan poster saat Jokowi kunjungan ke Solo.

Mustofa Nahrawardaya menyoroti tindakan aparat yang menangkap mahasiswa UNS lantaran mengkritik Jokowi lewat poster bertuliskan ‘Pak, tolong benahi KPK’.

Dalam keterangan tertulis, Mustofa Nahrawardaya melontarkan sindiran terkait penangkapan terhadap mahasiswa UNS ini.

Menurutnya, penangkapan tersebut merupakan pertanda bahwa indeks demokrasi Indonesia sedang tumbuh.

Ini pertanda indeks demokrasi tumbuh,” katanya, sebagaimana dikutip Pikiranrakyat-Depok.com dari cuitan di akun Twitter pribadinya @TofaTofa_id.

Cuitan Mustofa Nahrawardaya.
Cuitan Mustofa Nahrawardaya. Tangkap layar Twitter @TofaTofa_id

Untuk diketahui, sebelumnya publik sempat dibuat heboh dengan adanya penangkapan terhadap mahasiswa UNS yang mengkritik Jokowi lewat poster bertuliskan ‘Pak, tolong benahi KPK’.

 

Insiden tersebut terjadi pada saat Presiden Jokowi melakukan kunjungan ke Solo pada Senin, 13 September 2021.

Para mahasiswa UNS ini membentangkan poster berisi kritik tersebut di sepanjang jalan menuju pintu masuk UNS.

Namun, usai Jokowi meninggalkan tempat tersebut, aparat langsung mengamankan para mahasiswa yang membentangkan poster.

Sejumlah mahasiswa ini ditangkap oleh aparat dan dibawa dengan menggunakan mobil.

Namun, berdasarkan keterangan dari Ketua BEM Universitas Sebelas Maret (UNS), Zakky Musthofa, 10 mahasiswa yang ditangkap tersebut telah dibebaskan.

“Sudah dibebaskan tadi (pukul) setengah 4 (sore),” ujarnya ketika dimintai keterangan melalui panggilan telepon.

Zakky pun menyayangkan tindakan aparat yang menangkap mahasiswa UNS hanya karena menyampaikan kritik kepada Presiden Jokowi.

Pihaknya menyayangkan tindakan aparat yang dinilai berlebihan terhadap kritik yang disampaikan mahasiswa.

Padahal, katanya melanjutkan, yang dilakukan oleh para mahasiswa UNS ini bukanlah tindakan kriminal dan bukan perbuatan melawan hukum.

“Nilai-nilai demokrasi kita hari ini terdegradasi dengan simbolisasi penangkapan, pelarangan, mungkin ketakutan rezim hari ini terhadap keluhan masyarakat,” tuturnya menambahkan.

Tak hanya itu, Ketua BEM UNS itu menilai saat ini negara sudah mirip seperti Orde Paling Baru.

“Dari kami sebenarnya sangat menyayangkan ya, negara hari ini mirip-mirip Orde ‘Paling’ Baru,” kata Zakky.***

Sumber Berita / Artikel Asli : Pikiran Rakyat

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here