Luhut Sebut SDM RI Kurang Terampil Hingga Banyak TKA China di Proyek Tambang, Demokrat: Giliran Salah Ngajak

296
Politisi Partai Demokrat Yan Harahap minta Presiden Jokowi jangan gengsi kibarkan bendera putih jika sudah tak mampu hadapi Covid-19 yang terus meluas. /Instagram.com/@yanharahap

Politisi Partai Demokrat, Yan Harahap menanggapi pernyataan Menteri  Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi  Luhut Binsar Pandjaitan terkait tenaga kerja asing (TKA) yang bekerja di sektor tambang.

Menko Marves mengatakan banyaknya TKA China yang bekerja di tambang merupakan kesalahan bersama.

Melalui cuitan di akun Twitter miliknya, Yan tampak heran mengapa kedatangan TKA China dikatakan sebagai kesalahan sendiri.

“Kesalahan kita? Giliran salah, ngajak2 kita. Pas lagi ‘cuan’?” katanya dilansir Galamedia dari akun Twitter @YanHarahap pada Selasa, 23 November 2021.

Luhut mengungkapkan sumber daya manusia (SDM) asal Indonesia yang kurang terampil, membuat TKA yang bekerja di bidang tambang dan proyek smelter semakin banyak.

Jumlah TKA di Indonesia, khususnya dari China, bertambah banyak dalam beberapa tahun terakhir.

Industri Tanah Air yang cukup banyak menyerap TKA asal China adalah proyek tambang dan smelter.

Luhut juga menjelaskan saat ini Indonesia tidak hanya menginginkan ekspor raw material, tetapi diharapkan hal tersebut menjadi satu kesatuan.

Ditegaskannya, keberadaan TKA  merupakan akumulasi kesalahan berpuluh-puluh tahun yang harus diperbaiki karena sejak awal tak ada kritik, selain tidak memakai tenaga lokal.

 

Luhut menuturkan alasan banyak TKA yang bekerja di bidang tambang dan smelter lantaran beberapa perusahaan sulit menemukan SDM Indonesia yang kompeten.***

Sumber Berita / Artikel Asli : Galamedia

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

− 5 = 1