Luhut Binsar Umumkan Akan Hapus Angka Kematian Covid-19, Fadli Zon: Perbaiki Bukan Dihapus!

509
Politikus Partai Gerindra Fadli Zon./Instagram/@fadlizon/ /

Anggota DPR RI Fadli Zon kritik pemerintah yang akan menghapus angka kematian Covid-19 dari Indikator Penanganan Corona.

Sementara, Pemerintah Indonesia mengumumkan akan menghapus angka kematian Covid-19 dari Indikator Penanganan Corona.

Pengumuman itu disampaikan langsung oleh Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan pada konferensi pers, Senin 9 Agustus 2021.

Melalui konferensi pers tersebut, Luhut menyatakan keputusan itu dilakukan karena adanya kesalahan dalam penginputan data kematian harian Covid-19.

Menurutnya, kesalahan penginputan data yang terjadi selama beberapa minggu ke belakang akan menimbulkan distorsi dalam penilaian.

“Evaluasi tersebut kami lakukan dengan mengeluarkan indikator kematian dalam penilaian karena kami temukan adanya input data yang merupakan akumulasi angka kematian selama beberapa minggu ke belakang sehingga menimbulkan distorsi dalam penilaian,” ujarnya Luhut dikutip Galamedia, Rabu 11 Agustus 2021.

Keputusan yang diambil pemerintah itu pun sontak menjadi sorotan publik. Banyak orang memberikan kritik salah satunya Anggota DPR RI Fadli Zon.

Fadli memberikan kritiknya melalui akun media sosial Twitter miliknya @fadlizon pada Rabu 11 Agustus 2021.

Politikus Partai Gerindra ini pun menyatakan bahwa hal itu adalah akibat tidak menyerahkan masalah Covid-19 pada ahlinya.

Ia pun menyatakan bahwa data kematian bukan hanya sekedar angka, melainkan nyawa bangsa Indonesia yang seharusnya dilindung tumpah darahnya.

“Beginilah kalau urusan tak diserahkan pd ahlinya. Data kematian bukan sekedar angka. Itu nyawa manusia Indonesia yg seharusnya dilindungi tumpah darahnya,” kata Fadli dikutip Galamedia.

Ketua BKSAP DPR RI ini pun mengatakan bahwa Indonesia telah gagal mencegah jatuhnya korban yang begitu banyak.

“Kita gagal mencegah korban begitu banyak,” lanjutnya.

Fadli pun mengatakan jika datamya tidak akurat seharusnya diperbaiki, bukan malah dihapus sebagai indikator penanganan.

“Kalau data tak akurat, perbaiki. Bukan dihapus sbg indikator penanganan,” tegasnya.***

Sumber Berita / Artikel Asli : Galamedia

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here