Luhut Akui Kondisi Ekonomi RI Bergantung pada China, Rocky Gerung: Dengan China Gak Punya Hitungan Sebetulnya

264
Menko Marivest RI, Luhut Binsar Pandjaitan

Pengamat politik, Rocky Gerung menyoroti pernyataan Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan yang mengakui ekonomi Indonesia bergantung pada China.

Saat ini Indonesia tengah dalam tahap pemulihan ekonom, yang sempat merosot akibat pandemi Covid-19.

Luhut  menegaskan ekonomi Indonesia tidak bisa lepas dari China yang kondisi perekonomiannya akan berdampak pada bangsa ini.

Hal itu berarti, jika perekonomian China melambat, maka Indonesia pun akan mengalami hal yang sama.

Melalui saluran YouTube miliknya, Rocky menilai pengakuan Luhut tersebut sebenarnya menunjukkan kesadaran bahwa perdagangan dengan China sering merugikan Indonesia.

“Sinyal semacam ini yang akhirnya membatalkan seluruh arogansi dari pemerintah ini kan,” ujarnya yang dilansir Galamedia dari saluran YouTube Rocky Gerung Official pada Selasa, 23 November 2021.

“Karena memilih untuk proxy dengan China dan gak punya hitungan sebetulnya, secara stragetis apa untungnya?” sambungya.

Selain itu, Rocky mengatakan pengakuan Liuhut  menandakan bahwa perdagangan dengan China selama ini sebetulnya lebih banyak merugikan Indonesia.

“Jadi ya udah sudah terjadi, sehingga Presiden pesimis dengan keadaan, Pak Luhut juga akhirnya mengerti bahwa perdagangan dengan China selama ini sebetulnya lebih banyak merugikan Indonesia dari segi geopolitik terutama, karena persekutuan dengan China sekaligus berarti blok untuk melawan Amerika,” terangnya.

Dalam video yang sama, Rocky menilai hal tersebut dipicu kesalahan menyusun strategi. Menurutnya Presiden Jokowi pun sudah menyadari kesalahan tersebut.

Jokowi sudah mengeluhkan perekonomian yang memburuk dan daya serap China terhadap ekspor Indonesia yang juga turun.

Rocky menyebut kesalahan tersebut tidak hanya dirasakan Jokowi dan Luhut, melainkan juga turut dirasakan Menteri Keuangan, Sri Mulyani yang menurutnya menunjukkan gelagat yang sama terkait perekonomian Indonesia.

Selain itu, Rocky dibuat heran dengan sikap Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto yang justru masih sangat optimis tentang ekonomi Indonesia.

“Jadi bagaimana mungkin di dalam kabinet ada dua psikologi, yang tiga orang menteri utamanya, (dan) Jokowi sendiri, Luhut dan Sri Mulyani pesimis, (tapi) Airlangga optimis, juga beberapa pejabat bank kan optimis, ini memusingkan investor dan dunia usaha untuk mengatur perencanaan tuh,” tuturnya.

“Ini gilanya kabinet kita, di dalamnya sendiri berbeda pandangannya, yang satu pesimis, yang satu optimis,” tambahnya.***

Sumber Berita / Artikel Asli : Galamedia

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

23 − = 22