Luhut Akui Indonesia Sangat Ketergantungan dengan China dalam Ekonomi, Rocky Gerung: Lebih Banyak Merugikan

330
Rocky Gerung

Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengakui bahwa Indonesia sangat ketergantungan dengan China dalam hal ekonomi.

Pengamat politik dan akademisi Rocky Gerung turut angkat bicara mengenai pernyataan Luhut yang mengakui Indonesia sangat ketergantungan dengan China dalam hal ekonomi.

Rocky Gerung menilai, sinyal dari Luhut telah membatalkan seluruh sikap arogansi dari pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi.

“Sinyal semacam ini yang akhirnya membatalkan seluruh arogansi dari pemerintah ini kan? Karena memilih untuk proxy dengan China dan nggak punya hitungan secara strategis sebetulnya apa untungnya?,” kata Rocky Gerung sebagaimana dikutip Kabar Besuki dari kanal YouTube Rocky Gerung Official pada Senin, 22 November 2021.

Rocky Gerung membenarkan pernyataan Luhut yang mengakui Indonesia sangat ketergantungan dengan China dalam ekonomi.

Rocky Gerung menilai ketergantungan dengan China dalam ekonomi sebagaimana diakui Luhut lebih banyak merugikan Indonesia.

“Jadi ya udah, ya udah terjadi sehingga presiden pesimis dengan keadaan. Pak Luhut juga akhirnya mengerti bahwa perdagangan dengan China selama ini sebetulnya lebih banyak merugikan Indonesia,” ujarnya.

Menurut Rocky Gerung, daya serap China terhadap ekspor Indonesia juga tampak mulai menurun.

Dengan kata lain, dia menyimpulkan bahwa akan ada problem besar dengan tingkat kemakmuran Indonesia.

“Kalau kita lihat, di dalam rezim sebetulnya Jokowi udah mengeluh ekonomi memburuk dan daya serap China terhadap ekspor Indonesia itu juga udah turun. Itu artinya akan ada problem dengan kemakmuran Indonesia,” katanya.

Rocky Gerung juga mengaku tak habis pikir dengan dualisme sikap pemerintah terhadap proyeksi ekonomi Indonesia ke depannya.

Pasalnya, Luhut bersama Jokowi dan Sri Mulyani kompak menyatakan pesimis terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia, namun sikap sebaliknya justru dilontarkan Airlangga Hartarto yang justru optimis bahwa ekonomi Indonesia masih tetap bertumbuh.

“Bagaimana mungkin di dalam kabinet ada dua psikologis, tiga orang utamanya Jokowi sendiri, Luhut, dan Sri Mulyani pesimis, Airlangga optimis? Juga beberapa pejabat bahkan optimis?,” ujar dia.

Rocky Gerung menilai, hal tersebut bisa membuat investor dan dunia usaha kebingungan dalam mengatur perencanaan karena sikap ‘gila’ yang dipertontonkan oleh internal kabinet Presiden Jokowi.

“Ini memusingkan investor dan dunia usaha untuk mengatur perencanaan, dia nggak tau tuh sinyalnya positif apa negatif kan? Jadi ini gilanya kabinet kita, di dalamnya sendiri berbeda pandangannya tuh,” tuturnya.***

Sumber Berita / Artikel Asli : Pikiran Rakyat

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

40 + = 44