Ledek Jokowi UI ramai, giliran Udayana sebut Guardian of Oligarch sepi

736
Jokowi

Potret berbeda terjadi ketika Badan Eksekutif mahasiswa Universitas Udayana (Unud) Bali yang ledek dengan menjuluki Presiden Jokowi sebagai The Guardian of Oligarch.

Tidak seperti BEM Universitas Indonesia yang memposting gambar Presiden Jokowi dengan julukan The King of Lip Service, yang ramai menjadi perbincangan bahkan viral di media sosial. Julukan yang diberikan BEM Udayana kepada Jokowi bahkan tidak ribut hebat dari BEM UI.

Bahkan BEM Udayana sendiri mengaku tidak mendapatkan teguran dari pihak rektorat atau kampus, seperti yang dirasakan BEM UI sebelumnya. Dimana jajaran BEM harus menemui dan menjelaskan kepada rektorat terkait julukan yang diberikan kepada Presiden Jokowi tersebut.

Presiden Jokowi memakai masker. Foto: Suara.com
Presiden Jokowi memakai masker. Foto: Suara.com

BEM Udayana sindir ledek Jokowi Tha Guardian of Oligarch

Sebelumnya BEM Unud melalui akun instagram resminya @bem_udayana memposting sebuah gambar yang memperlihatkan Jokowi layaknya dalam poster film namun dengan julukan The Guardian of Oligarch.

Postingan dengan julukan yang ditujukan kepada Presiden Jokowi tersebut menurut Presiden BEM Unud, Muhammad Novriansyah Kusumapratama, didasarai atas dua kajian yang didapat dari ahli akamdemisi Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dan direktur Yayasan lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Asfinawati.

“Kemarin, kita buat dua kajian pertama kajian soal lingkungan dan pelemahan KPK. Itu, yang menjadi dasar kami mengeluarkan kritik kepada Bapak Presiden Joko Widodo dan juga itu kami sertai pendapat dari ahli akademisi dari UNJ dan Direktur YLBHI itu,” kata Novriansyah, seperti dikutip Hops.id dari VOI.

Presiden Jokowi membawa obat-obatan untuk warga isoman
Presiden Jokowi membawa obat-obatan untuk warga isoman. Foto Instagram @jokowi

Julukan tersebut, dijelaskan Novriansyah tak lepas dari banyak regulasi atau peraturan yang tidak berpihak kepada rakyat. Kebijakan disebut BEM Unud hanya menguntungkan pihak penguasa.

“Penguasa ini dalam artian, entah dari pemerintah atau pun pengusaha yang berafiliasi dengan pemerintah seperti itu. Sebagai contohnya, di situ ada kajian kami soal Undang-undang Cipta Kerja sama Undang-undang Minerba dan kemudian seakan-akan melagengkan ekploitasi terhadap hak hidup manusia dan lingkungan,” ujarnya.

“Sekaligus, memberikan pandangan kami apa yang dimaksud oligarki. Karena, selama ini yang kita rasakan di negeri ini para penguasa sekarang istilahnya sama-sama mempunyai kepentingan yang sama kepentingan untuk dirinya sendiri,” samnbung Novriansyah.

Jokowi tanggapi Ledekan BEM UI

Presiden Joko Widodo (Jokowi) terlihat santai saat memberikan tanggapan perihal kritik yang disampaikan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) yang menyebut Jokowi sebagai “The King of Lip Service” via akun Twitter mereka beberapa hari lalu.

Melalui video yang diunggah kanal Youtube Sekretariat Presiden, Selasa (29/6/2021), Jokowi mengatakan, kritikan-kritikan itu merupakan bentuk ekspresi mahasiswa dan ini negara demokrasi.

“Jadi kritik itu boleh-boleh saja dan universitas tidak perlu menghalangi mahasiswa untuk berekspresi. Tapi juga ingat, kita ini memiliki budaya tata krama, memiliki budaya kesopansantunan. Ya saya kira biasa saja, mungkin mereka sedang belajar mengekspresikan pendapat,” ujar Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta sebagaimana dilihat Hops.id di akun YouTube Sekretariat Presiden.

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here