LB Moerdani: Kesetiaan Bukan Berarti Harus Menjilat!

382
LB Moerdani

Leonardus Benny (LB) Moerdani menghabiskan sebagian besar karier militernya di bidang intelijen. LB Moerdani terakhir memimpin satuan setingkat batalyon.

Dia tak pernah menjadi komandan teritorial tetapi Benny tak pernah meragukan kesetiaannya kepada negara.

Namun berkat kesabarannya akhirnya Presiden Soeharto mengangkat Benny menjadi Panglima ABRI.

Kesetiannya tersebut membuat pengusaha dan musikus Setiawan Djody kagum dengan LB Moerdani.

Dikutip dari Buku Benny Moerdani yang Belum Terungkap ternyata Djody sudah lama mengenal Benny sejak di Solo. LB Moerdani tak hanya bisa memerintah.

Menurut Djody, lewat jasa Benny pula dia memulai hubungan bisnisnya dengan beberapa mitra dari Malaysia, Hong Kong, dan Korea Selatan.

Salah satunya, kata Djody, adalah Tung Chee-hwa, yang kelak menjadi Gubernur Hong Kong pertama setelah koloni Inggris itu kembali ke pemerintah Cina pada 1997.

“Tapi Pak Benny menolak ketika saya ingin memberinya BMW,” ujar Djody, Sabtu (8/1/2022).

Kekaguman akan loyalitas Benny Moerdani juga datang dari Jenderal (Purn.) A.M. Hendropriyono, dalam buku L.B. Moerdani: Langkah dan Perjuangan, Hendropriyono mengenang pesan Benny ketika berkunjung ke markas Komando Pasukan Khusus (Kopassus) pada 1986.

Sebagai tanda kesetiaan, Benny meminta prajurit berani menjadi tameng melindungi dan mengamankan Soeharto beserta keluarganya.

“Kesetiaan bukan berarti harus menjilat, melainkan juga mencegah beliau dari kesesatan yang justru dilakukan kaum penjilat itu,” kata Benny.

Sumber Berita / Artikel Asli : Okezone

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here