Lagi pidato, tiba-tiba Jokowi curhat ada kepenatan, jenuh, hingga lelah: Saya sadar…

430
Jokowi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku menyadari bahwa ada kepenatan, kejenuhan, kelelahan, hingga kesedihan selama adanya pandemi Corona (COVID-19).

Presiden Jokowi pun menambahkan soal kritikan yang kerap dilayangkan masyarakat kepada pemerintah.

Presiden Jokowi marah. Foto: Youtube.
Presiden Jokowi. Foto: Youtube. | Lagi pidato, tiba-tiba Jokowi curhat ada kepenatan, jenuh, hingga lelah

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini memastikan, pemerintah bakal terus menjawab kritik dengan tanggung penuh jawab sebagaimana yang diamanahkan dalam konstitusi negara.

“Saya menyadari adanya kepenatan, kejenuhan, kelelahan, kesedihan, dan kesusahan selama pandemi Covid-19 ini. Saya juga menyadari, begitu banyak kritikan kepada pemerintah, terutama terhadap hal-hal yang belum bisa kita selesaikan,” kata Jokowi, dalam Sidang Tahunan MPR 2021 yang disiarkan langsung di saluran YouTube Sekretariat Presiden, pada Senin, 16 Agustus 2021.

Lantas Jokowi juga membahas soal kritikan yang sejatinya bisa membangun bangsa.

Menurutnya kritikan yang sifatnya membangun sangatlah penting. Dia juga memastikan kalau pemerintah bakal terus memperhatikan kritik yang disampaikan dengan pemenuh tanggung jawab.

“Kritik yang membangun itu sangat penting, dan selalu kita jawab dengan pemenuhan tanggung jawab, sebagaimana yang diharapkan rakyat,” ujar Jokowi.

Jokowi ucapkan terimkasih kepada masyarakat yang sudah aktif

Presiden Jokowi saat memberikan arahan terkait evaluasi PPKM darurat. Foto: setkab.go.id
Presiden Jokowi saat memberikan arahan terkait evaluasi PPKM darurat. Foto: setkab.go.id

Lebih lanjut, orang nomor satu di Indonesia ini juga mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih terhadap seluruh elemen masyarakat yang sudah aktif dalam berdemokrasi.

“Terima kasih untuk seluruh anak bangsa yang telah menjadi bagian dari warga negara yang aktif, dan terus ikut membangun budaya demokrasi,” tutur Jokowi.

Kemudian Jokowi mengingatkan bahwa slogan Indonesia Tumbuh menjadi semboyan pada bulan kemerdekaan atau hari lahirnya Republik Indonesia ini.

Dia menjelaskan,semboyan itu sejatinya cuma bisa diraih dengan sikap terbuka dan kerja sama dalam satu tujuan.

“Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh, yang menjadi semboyan Bulan Kemerdekaan pada tahun ini, hanya bisa diraih dengan sikap terbuka dan siap berubah menghadapi dunia yang penuh disrupsi. Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh, hanya bisa dicapai jika kita semua bahu-membahu dan saling bergandeng tangan dalam satu tujuan,” imbuhnya.

Sumber Berita / Artikel Asli : HOPS

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here