Kubu HRS heran polisi larang Reuni 212: Kenapa kita harus minta izin?

385
212

Pengacara Habib Rizieq Shihab atau HRS, Aziz Yanuar turut menanggapi keputusan polisi yang melarang digelarnya Reuni 212, bulan depan. Dia bertanya-tanya, sejak kapan aksi menyampaikan aspirasi harus meminta izin kepolisian?

Aziz menilai, aturan yang dikeluarkan polisi terkait Reuni 212 tak bisa diterima. Sebab, menurutnya, hal tersebut terkesan mengada-ada dan tidak berpihak kepada kelompoknya.

“Aneh, jangan mengada-ada lah,” ujar Aziz Yanuar, dikutip Hops dari Pojoksatu, Jumat 26 November 2021.

Kuasa Hukum FPI Aziz Yanuar. Foto: Twitter.
Aziz Yanuar. Foto: Twitter.

Sejauh yang dia tahu, dalam undang-undang menyampaikan pendapat di mukan umum tak harus meminta izin kepolisian. Itulah mengapa, dia tak bisa menerima larangan tersebut.

“Sejak kapan aksi reuni, menyampaikan pendapat di muka umum harus pakai izin? Ada-ada saja,” terangnya.

Diketahui, sebelumnya Polda Metro Jaya tak mengeluarkan izin Reuni 212 yang rencananya digelar 2 Desember 2021 mendatang. Kabarnya, keputusan tersebut diambil untuk mencegah terjadinya kerumunan dan penyebaran virus corona. Sehingga, Surat Tanda Terima Pemberitahuan atau STTP tak dikeluarkan.

“Jadi sejauh ini Polda Metro belum mengeluarkan izin. Kita saat ini kan sedang menghadapi pandemi, kita harus berempati. Jadi, ini tanggung jawab kami sebagai kepolisian,” tutur Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Endra Zulpan.

Reuni Akbar 212. Foto: Antara
Reuni Akbar 212. Foto: Antara

Wakil Gubernur Tak Izinkan Reuni 212

Selain pihak kepolisian, Wakil Gubernur atau Wagub DKI Jakarta, Riza Patria juga berpendapat, Reuni 212 sepatutnya tak digelar tahun ini. Sebab, meski pandemi mulai landai, bukan berarti warga sudah boleh berkerumun.

“Nanti kita akan lihat ya. Sejauh ini kami minta, karena ini masa pandemi, tentu harapan kita semua kegiatan-kegiatan yang dapat menimbulkan kerumunan dan berpotensi penyebaran kita harap dipikirkan kembali, dipertimbangkan kembali sampai Jakarta betul-betul aman.”

“Tentu harus kita perimbangkan baiknya untuk dipikirkan kembali agar tidak menjadi kluster baru Covid-19,” kata Riza.

Sumber Berita / Artikel Asli : HOPS

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

60 − 52 =