Kronologi Penyerangan Brutal di Bima, Pelaku Tewas Dihajar Massa hingga Polisi Kena Tembak

488

BIMA – Penyerangan secara brutal dilakukan Sukardin (52), warga Desa Sondosia, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima, Rabu (6/10/2021).

Duda yang diduga stres ini melakukan penganiayaan secara membabi-buta.

Tiga orang remaja menjadi korban keganasannya.

Seorang pelajar tewas mengenaskan dengan luka tebas cukup parah.

Dua orang kritis setelah ditebas menggunakan senjata tajam pelaku.

Sedangkan Sukardin akhirnya tewas setelah diamuk massa.

Hingga berita ini ditulis kepolisian belum mengeluarkan pernyataan resmi atas insiden tersebut.

Tapi dari informasi yang dihimpun TribunLombok.com, insiden tersebut berawal saat ketiga korban yakni Yeni alias Ante (14), Sadam (20), dan Mulyadin (16), sedang duduk di rumahnya.

PELAKU TEWAS: Usai menyerang warga, pelaku tewas diamuk massa di halaman RSUD Sondosia, Rabu (6/10/2021).
PELAKU TEWAS: Usai menyerang warga, pelaku tewas diamuk massa di halaman RSUD Sondosia, Rabu (6/10/2021). ((Foto : istimewa))

Mereka saat itu sedang menonton TV di rumah tersebut.

Kemudian datang Sukardin yang kos di rumah Ismail, di samping rumah korban.

Sukardin datang sambil membawa parang.

Dia langsung mengamuk dan menganiaya Yeni alias Ante menggunakan senjata tajam.

Akibat luka parah, Ante yang merupakan seorang pelajar ini tewas di tempat.

Dia mengalami luka di bagian leher dan tangan kanan putus.

 

Sementara itu kakak korban bernama Sadam dan Mulyadin yang hendak menyelamatkan adiknya ikut ditebas pelaku menggunakan parang.

Sehingga Sadam dan Mulyadin mengalami luka di bagian tangan.

Melihat kejadian itu, warga sekitar lokasi datang membantu menangkap pelaku yang masih memegang senjata tajam.

Pelaku lari menuju Rumah Sakit Sondosia.

Pukul 12.00 Wita, anggota jaga Polsek Bolo yang dipimpin KSPKT 3 Bripka Suhendra membantu warga menangkap pelaku.

Saat itu, Sukardin masih memegang parang.

PENYERANGAN: Para pelajar yang menjadi korban penganiayaan mendapat perawatan intensif akibat luka bacok pria di Desa Sondosia, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima, Rabu (6/10/2021).
PENYERANGAN: Para pelajar yang menjadi korban penganiayaan mendapat perawatan intensif akibat luka bacok pria di Desa Sondosia, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima, Rabu (6/10/2021). (Dok. Istimewa)

Dalam video yang beredar, Bripka Suhendra terlihat melakukan negosiasi dengan pelaku.

Sehingga pelaku mau menyerahkan parangnya.

Setelah itu pelaku dibawa ke arah jalan raya menuju Desa Sanolo.

Pada saat itu masyarakat sudah banyak dan melakukan pelemparan ke arah pelaku yang sudah dibekuk Bripka Suhendra.

Akibatnya Bripka Suhenra terkena lemparan batu masyarakat, di kepala bagian belakang.

Pelaku langsung berontak serta merampas senjata api jenis revolver milik Bripka Suhendra.

Pelaku melepaskan diri dari pelukan Bripka Suhendra di depan RSUD Sondosia.

Pelaku yang sudah menguasai senjata api langsung melakukan tembakan ke arah Bripka Sehendra.

Sehingga Bripka Suhendra mengalami luka tembak di bagian lengan kanan.

Ia pun terjatuh di aspal sehingga anggota lain melakukan penembakan peringatan ke arah pelaku.

Namun pelaku tetap melakukan penembakan sampai peluru habis.

Setelah itu pelaku terjatuh ditembak dan dilempar massa.

Anggota Polsek Bolo langsung mengamankan senpi di tangan pelaku.

Kemudian membawa pelaku ke ruang IGD RSUD Sondosia.

PENYERANGAN: Sukardin, pelaku penganiayaan di Desa Sondosia, Bima, tewas dihakimi massa di lokasi kejadian, Rabu (6/10/2021). 
PENYERANGAN: Sukardin, pelaku penganiayaan di Desa Sondosia, Bima, tewas dihakimi massa di lokasi kejadian, Rabu (6/10/2021).  (Dok.Istimewa)

Sampai di pintu gerbang, massa sudah menunggu.

Mereka kemudian melakukan pemukulan terhadap pelaku.

Pelaku pun meninggal dunia di halaman RSUD Sondosia.

Sedangkan Bripka Suhendra yang terluka dievakuasi ke ruang IGD RSUD Sondosia dan dirujuk ke RSUD Bima.

Berdasarkan informasi awal yang didapat TribunLombok.com, pelaku pernah menjadi TKI di Malaysia.

Dia juga merupakan residivis dalam kasus pembunuhan.

Setelah bebas pelaku kembali ke Desa Sondosia dan sudah berjalan sekitar 3 bulan.

Diduga pelaku mengalami gangguan jiwa akibat stres.

Video penyerangan yang dilakukan Sukardin kemudian viral dan banyak beredar di grup WhatsApp.

Sumber Berita / Artikel Asli : tribunnews.

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

1 + 8 =