Kritik Pemindahan Ibu Kota Baru Indonesia, Rizal Ramli: Penghuninya dari China

904
Ibu Kota Baru Indonesia

Ekonom senior, Rizal Ramli, memberikan kritikan terkait rencana pemindahan ibu kota Indonesia dari Jakarta ke Kalimantan Timur.

Rencana pemindahan ibu kota baru menimbulkan polemi sejak awal diusung, terutama untuk masalah finansial.

Pasalnya, untuk memindahkan ibu kota dari Jakarta ke Kalimantan Timur, pemerintah harus menjual atau menyewakan untuk jangka panjang gedung-gedung strategis pemerintahan saat ini.

“Kalau ibu kota dipindah, siapa yang mau tinggal di situ? Pejabat dengan gaji pas-pasan juga enggak mau, kecuali pejabat korup,” kata Rizal Ramli di YouTube Fadli Zon.

 

Selain itu, Rizal Ramli juga mengkritik tentang pembiayaan ibu kota baru tersebut.

“Pertama, disebutkan sebagian pakai anggaran pemerintah. Kedua, nanti dibiayai dengan jual kantor-kantor strategis di Sudirman, depan Monad dijual atau disewakan ke swasta dan lalu uangnya dipakai untuk membangun,” ujar Rizal Ramli.

Menurut Rizal Ramli, perusahaan real estate tidak tertarik dengan skema pembangunan yang ada dalam rancangan pemerintah.

Rencana tersebut justru memikat hati BUMN China untuk memiliki proyek di Indonesia.

“Nah, yang tertarik untuk itu adalah BUMN China untuk beli tanah di situ. Bangun ibu kota baru tapi penghuninya siapa? Rakyat Indonesia pasti tidak mau menghuni di situ, nanti malah jadi mengundang penghuni. Penghuninya dari RRC (Republik Rakyat China jadi penduduk di situ,” ucap Rizal.***

Sumber Berita / Artikel Asli : Pikiran Rakyat

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here