Kritik Gaya Blusukan Jokowi di Tengah Pandemi, Pengamat: Ini Bukan Saatnya Kampanye

235

Pengamat politik dari Universitas Al-Azhar, Ujang Komarudin mengkritik gaya blusukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di tengah pandemi Covid-19 ini.

Ujang menilai bahwa gaya blusukan ini sudah tidak efektif lagi sebab kini bukan masanya berkampanye.

Ia menyoroti dua blusukan Jokowi belum lama ini, yaitu membagikan sembako dan obat kepada warga dan mengecek ketersediaan obat di apotek.

“Gaya blusukan sudah tak efektif lagi, karena ini bukan saatnya kampanye,” katanya pada Minggu, 25 Juli 2021, dilansir dari Tempo.

Ujang melanjutkan bahwa gaya blusukan memang masih diperlukan di saat-saat tertentu, misalnya untuk memastikan kondisi nyata di lapangan.

Namun, ia juga mengingatkan bahwa blusukan tak akan menyelesaikan permasalahan.

Ujang mencontohkan tindakan Jokowi yang menelepon Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin setelah mengetahui bahwa stok obat di apotek yang didatangi habis.

Menurut Ujang, mungkin saja masalah di apotek tersebut akan selesai, tetapi tak menyelesaikan kelangkaan obat di banyak daerah di Indonesia.

 

Lebih umum lagi, Ujang mengatakan bahwa carut-marut penanganan pandemi juga tak akan bisa teratasi hanya dengan blusukan.

“Dan blusukan saat ini bagi rakyat terkesan pencitraan,” tandasnya.

Alih-alih blusukan, Ujang menyarankan agar Jokowi mengambil langkah kebijakan yang jelas dan tegas untuk penanganan pandemi Covid-19.

“Jangan sampai rakyat menilai blusukan Jokowi tersebut untuk menutupi banyak persoalan menangani Covid-19,” jelasnya.

Sumber Berita / Artikel Asli : Terkini

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here