KPK Tetapkan Azis Syamsuddin Sebagai Tersangka, Rocky Gerung: Mungkin Kurang Setoran

363
Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin,

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Azis Syamsuddin sebagai tersangka atas dugaan suap pengurusan perkara di Lampung Tengah.

KPK menduga Azis Syamsuddin memberi suap senilai Rp3,1 miliar terhadap salah satu mantan pejabat KPK terkait pengurusan perkara di Lampung Tengah.

Pengamat politik Rocky Gerung menilai Golkar membiarkan Azis Syamsuddin ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK karena kurangnya setoran.

Rocky Gerung mengatakan, Azis Syamsuddin saat ini tidak dapat menikmati waktu akhir pekan seperti kebanyakan orang namun justru menikmati akhir masa jabatan yang dia pegang selama ini karena posisinya akan segera diganti.

“Dia nggak berakhir pekan, dia berakhir jabatan karena langsung mau diganti sama Airlangga,” kata Rocky Gerung sebagaimana dikutip Kabar Besuki dari kanal YouTube Rocky Gerung Official pada Sabtu, 25 September 2021.

Semula, Golkar tampak berupaya untuk membela mati-matian Azis Syamsuddin agar dibebaskan dari segala tuduhan suap terhadap salah satu mantan pejabat KPK.

Akan tetapi, Rocky Gerung menyebut Golkar belakangan ini seolah ‘menyerah’ karena kurangnya setoran yang diberikan oleh Azis Syamsuddin.

“Sejak beberapa bulan lalu kasus ini masuk, Golkar berusaha untuk belain tuh (Azis Syamsuddin). Tapi mungkin dalam waktu dua tiga bulan Azis kurang setoran sehingga Golkar merasa ‘kurang ajar nih’,” ujarnya.

Rocky Gerung menilai, mulanya Golkar melakukan back-up sekuat tenaga terhadap kadernya ketika baru diisukan tersandung masalah.

Akan tetapi, dia melihat bahwa belakangan ini Golkar menggunting sendiri ‘pagar betis’ yang mereka pasang sebelumnya.

“Jadi publik merasa begitu kan, karena biasanya Golkar itu di depan bikin back-up dulu, pasang pagar betis, sekarang pagarnya digunting sendiri oleh Golkar,” katanya.

 

Rocky Gerung mengungkapkan adanya dua persoalan dalam setiap isu korupsi yang melibatkan partai politik besar khususnya Golkar dan PDIP.

Menurut Rocky Gerung, kedua partai tersebut akan menyerah membela kadernya jika tak menerima setoran yang cukup dari kader tersebut (yang dirundung skandal korupsi) atau jika terjadi persaingan politis yang kuat di antara tokoh besar dalam internal masing-masing partai.

“Yang menarik, setiap isu korupsi yang melibatkan partai-partai besar (Golkar, PDIP), di belakang itu ada dua persoalan. Persoalan pertama, pundi-pundi yang dibagi tidak merata. Yang kedua, persaingan-persaingan politis di antara tokoh-tokoh partai-partai besar itu,” ujar dia.

Rocky Gerung menduga, keputusan Golkar untuk mengganti posisi Azis Syamsuddin di internal partai maupun dalam kepengurusan fraksi di DPR RI sangat kental dengan kedua indikasi tersebut.

“Kita hari ini bisa menduga bahwa dua hal itu ada di kasus Azis Syamsuddin hari ini, karena Golkar langsung ambil keputusan ‘kita mau ganti tuh’. Artinya, ada yang mendorong memang penggantian itu karena kurang setoran atau ada persaingan politik yang nggak bisa lagi didamaikan secara internal,” tuturnya.***

Sumber Berita / Artikel Asli : Pikiran Rakyat

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here