Korea Utara Banjir Besar, Ribuan Warga Diungsikan

304

Hujan lebat mengguyur bagian timur Korea Utara pekan ini, berakibat lebih dari 1.170 rumah terendam banjir dan sekitar 5.000 orang dievakuasi, kata lembaga penyiaran milik pemerintah Korea Utara, seperti dilansir Yonhap, Jumat (06/08/2021).

Provinsi Hamgyong Selatan di bagian timur menerima curah hujan rata-rata 113 milimeter mulai Minggu pukul 6 sore.

Hingga Senin pukul 7 malam, dengan beberapa kota dan distrik mencatat curah hujan 149-307 mm, Korean Central Television melaporkan.

Distrik Buryong di Hamgyong Utara dan Distrik Sinhung di Hamgyong Selatan dilanda hujan 583 mm dan 308 mm dari Minggu hingga Selasa, menurut laporan tersebut.

“Kerusakan akibat hujan lebat terjadi di banyak wilayah di Provinsi Hamgyong Selatan,” kata laporan itu.

Ketika air yang meluap menembus tanggul sungai, lebih dari 1.170 rumah terendam dan hancur dan sekitar 5.000 penduduk dievakuasi.

Jutaan meter persegi lahan pertanian terendam banjir, sekitar 17.000 meter jalan dan jembatan hancur, dan 8.100 meter tanggul sungai rusak.

Siaran televisi menampilkan rumah-rumah yang terendam hingga atap, serta sejumlah jembatan dan tanggul yang terseret air.

Baca Juga: Cerita Pejabat Militer Korea Utara Dihukum Mati karena Anggap Permintaan Kim Jong-Un Tak Realistis

Presiden Korea Utara Kim Jong un pada sebuah acara di Pyongyang. Korea Utara mengalami banjir besar usai disapu hujan lebat selama berhari-hari, membuat lebih dari 1.000 rumah tersapu dan ribuan warga mengungsi (Sumber: KCNA/Yonhap)

Wakil kepala Badan Hidrometeorologi Negara, Ri Yong Nam, mengatakan sebagian Hamgyong Utara mencatat ketinggian air di atas 500 mm dari Minggu sampai Selasa, sementara sejumlah kawasan di Hamgyong Selatan mencatat curah hujan di atas normal.

“Kami memperkirakan hujan akan turun lebih banyak pada Agustus di sejumlah wilayah termasuk daerah pantai timur, yang bisa menimbulkan dampak lebih luas,” kata dia Yong Nam seperti dikutip Antara, Jumat, (06/08/2021).

 

Pada bulan Juni, pemimpin Korut Kim Jong Un mengatakan negaranya menghadapi situasi pangan yang “genting” dan akan sangat bergantung pada hasil panen tahun ini.

Selama berbulan-bulan, media pemerintah menyiarkan proyek penguatan tanggul, perbaikan parit, jembatan dan infrastruktur lain sebagai upaya mencegah dampak banjir.

Selama pembicaraan telepon pada Kamis, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken dan Menteri Luar Negeri Korea Selatan Chung Eui-yong membahas prospek bantuan kemanusiaan ke Korut, menurut pernyataan resmi kedua pihak. Namun mereka tidak menjelaskannya lebih detil.

Sumber Berita / Artikel Asli : KOMPAS TV

 

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here