Kondisi Indonesia Buat WHO Turun Tangan Minta 7 Wilayah Lakukan Pembatasan Ketat

532
WHO
Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang akhirnya dilanjutkan dengan PPKM Level 3 dan 4 di wilayah Jawa-Bali memang berdampak pada penurunan kasus meski belum terjadi secara signifikan.

Meski di wilayah Jawa dan Bali mengalami penurunan, dan keterisian tempat tidur pasien Covid-19 di rumah sakit mulai berkurang, tetapi berbeda di wilayah luar Pulau Jawa yang malah mengalami kenaikan.

Bahkan, kondisi yang kini terjadi di Indonesia langsung disoroti oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

WHO mengatakan tujuh provinsi di Indonesia, yang mayoritas berada di luar Pulau Jawa, mengalami penularan Covid-19 yang tinggi hingga 25 Juli 2021 lalu.

Melalui laporan perkembangan situasi yang dirilis pada Kamis, WHO menyarankan agar pembatasan ketat dilanjutkan.

Kemudian dari tujuh provinsi tersebut, daerah Jakarta mencatat penularan tertinggi pada pekan tersebut dengan angka kejadian mencapai 688,6 per 100 ribu penduduk.

Selanjutnya ialah Yogyakarta, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kepulauan Riau, Papua Barat, dan Kepulauan Bangka Belitung.

“Upaya menekan penularan dengan memberlakukan langkah kesehatan masyarakat dan pembatasan sosial yang ketat perlu dilanjutkan dan dipercepat,” kata WHO pada Kamis.

Selain itu, sebanyak 16 dari 34 provinsi di Indonesia masih mengalami lonjakan kasus Covid-19 pada 19-25 Juli 2021.

Lebih lanjut menurut catatan WHO, mayoritas lonjakan kasus tersebut terjadi di luar Pulau Jawa, sebagaimana dikutip Pikiran-Rakyat.com dari laman Anadolu Agency.

Tak hanya itu, menurut data daerah Kalimantan Utara dan Kalimantan Selatan mengalami lonjakan kasus paling signifikan hingga lebih dari 50 persen.

Sedangkan di 10 provinsi lainnya seperti Sumatra, Sulawesi, dan Nusa Tenggara mengalami lonjakan kasus lebih dari 25 persen.

“Seluruh provinsi di Jawa, kecuali Jawa Tengah, mengalami penurunan jumlah kasus yang dilaporkan. Meski demikian, langkah-langkah kesehatan dan sosial masyarakat (PHSM) yang ketat harus terus diterapkan di seluruh Indonesia,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Sumatera Selatan Trisnawarman mengatakan tempat tidur untuk pasien Covid-19 di rumah sakit di wilayah tersebut telah terisi hampir 80 persen.

Bahkan menurut dia, ruang perawatan intensif (ICU) di rumah sakit rata-rata sudah penuh.

“Di Palembang BOR (bed occupancy rate) bahkan sudah 88 persen, kami sangat khawatir dengan masalah tempat tidur ini. Banyak sekali masyarakat yang tertolak masuk,” kata Trisnawarman melalui konferensi pers virtual pada Rabu, 28 Juli 2021.

Wilayah Sumatera Selatan melaporkan lebih dari 1.000 kasus baru Covid-19 per hari dalam dua hari terakhir, dan Trisnawarman mengatakan banyak kasus varian Delta terdeteksi.

“Miris juga ketika tempat tidur sudah banyak terpakai, tenaga kesehatan banyak yang sedang isolasi mandiri dan kelelahan,” katanya.

Trisnawarman juga mengatakan pasokan oksigen di Sumatera Selatan masih cukup, akan tetapi ada kelangkaan tabung oksigen.

Untuk itu, Pemprov Sumatera Selatan pun telah menyiapkan sejumlah lokasi menjadi tempat isolasi pasien terpusat.***

Sumber Berita / Artikel Asli : Pikiran Rakyat

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here