Komnas HAM: Kami kecewa Risma rendahkan Papua

312
Menteri Sosial Tri Risamaharini.

Komnas HAM menyatakan kekecewaannya atas pernyataan Menteri Sosial Tri Rismaharini alias Risma soal Papua. Menurut Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara, statemen yang disampaikan Risma soal Papua dinilai merendahkan kawan-kawan di Papua.

Seolah Papua distigmakan oleh Risma sebagai tempat buangan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tak bisa kerja dengan baik.

“Saya kita ini merendahkan kawan-kawan Papua. Ini jadi stigma kalau orang Papua tak bisa kerja, tertinggal, kami sayangkan statemen itu,” kata dia dalam diskusi daring, dikutip Kamis 15 Juli 2021.

Menurut dia, Papua selama ini memang acap distigmakan oleh sejumlah pihak sebagai tempat buangan. Terlepas di sana ada yang malas, Beka tak memungkiri. Tetapi jangan sampai karena sikap satu orang dapat menggeneralisir SDM Papua seutuhnya.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Foto: Antara
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Foto: Antara

Sebab publik juga harus melek mata, kalau melihat kondisi Papua saat ini disebabkan oleh dua hal, yakni kultur dan struktur.

“Kebijakan dari Pemerintah lah selama ini yang menjadikan mereka tertinggal dari daerah lain. Dan jangan karena ketertinggalan itu, dijadikan stigma yang negatif untuk masyarakat Papua,” katanya.

Komnas HAM minta Risma kirim ASN terbaik ke Papua

Pada kesempatan itu, Beka juga mendorong agar Risma termasuk pejabat negara lain lebih bersikap positif memberi semangat untuk berjuang pada kesetaraan. Mereka juga diharapkan tidak merendahkan warga negaranya sendiri.

Padahal saat ini di dalam Undang-undang ASN sudah tertera, dan cukup cetail menjelaskan kalau soal sanksi-sanski bagi ASN yang dianggap tak bisa kerja.

Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini
Mensos Tri Rismaharini. Foto Instagram @surabaya.

Sebut saja dari sanksi peringatan, lisan, tertulis, penundaan kepangkatan. Dan bukan langsung diancam untuk dibuang ke daerah-daerah kurang maju.

Justru sebaliknya, Risma seharusnya bisa kirim putra-putri terbaiknya ke Papua atau daerah tertinggal lain agar akselerasinya lebih cepat dan lebih setara dengan daerah lain.

Sumber Berita / Artikel Asli : Terkini

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here