Komentari Penangkapan dr. Lois, Refly Harun Miris: Jangan Coba-Coba Beda Pendapat

238
Refly Harun

Pakar hukum tata negara, Refly Harun mengomentari penangkapan dr. Lois Owien.

Sebagaimana diberitakan, dr. Lois Owien ditangkap atas kasus penyebaran berita bohong soal Covid-19.

Refly Harun lantas menilai hukum di Indonesia karena bisa memenjarakan orang yang berbeda pendapat.

“Allahuakbar ya, luar biasa memang hukum kita ini. Orang ngomong, berpendapat, lalu ditahan, dipenjarakan, dan dihukum. Ini seolah-olah ingin memunculkan deterrent effect kepada orang lain agar jangan coba-coba,” ujarnya, dikutip dari kanal YouTube Refly Harun.

Refly Harun kemudian memberi contoh pada kasus sama yaitu yang menjerat Jerinx SID.

“Misalnya, dalam kasus Jerinx paling tidak IDI kan sudah ‘berhasil’ memenjarakan Jerinx dengan penjara yang inkracht 10 bulan. Awalnya 1 tahun 2 bulan, itu yang baru saya lihat,” tutur sang pakar hukum.

Refly Harun juga menyanyangkan hukum Indonesia begitu mudah menjerat orang yang memiliki perbedaan pendapat.

“Begitu mudahnya hukum itu dikenakan dengan orang yang berbeda pendapat, orang yang menyampaikan pikiran dan hati nuraninya,” kata Refly Harun.

Ia juga menilai apa yang dilakukan dr. Lois hanya sebatas berpendapat, bukan menyebarkan berita bohong.

Diberitakan sebelumnya, dr. Lois Owien dijerat dengan Pasal 28 ayat 2 juncto Pasal 45A ayat 2 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Selain itu, dr. Lois Owien juga dijerat dengan Pasal 14 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 dan/atau Pasal 14 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 dan/atau Pasal 14 ayat (1) dan Undang Nomor 4 Tahun 1984 dan/atau Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

SUmber Berita / Artikel Asli : Pikiran Rakyat

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here