KNPI Sayangkan Sikap Arogan dan Jumawa Ferdinand Hutahean, Polri Diminta Ambil LangkahTegas

369
Ferdinand Hutahaean

JAKARTA- Ketua Dewan Pimpinan DPD KNPI DKI Jakarta, Bintang Wahyu Saputra mendesak Kapolri menangkap Ferdinand Hutahean.

Ia menilai, cuitan Ferdinand tersebut sudah tidak bisa ditoleransi lagi.

“Berpotensi memecah belah kaum beragama, harus dipores ditangkap dijebloskan ke penjara,” tegasnya, Jumat (7/1/2021).

Oleh karena itu, Bintang meminta Polri sudah sepatutnya mengambil langkah tegas dan cepat menetapkan status tersangka Ferdinand.

Itu agar ada efek jera bagi siapapun tidak lagi menebar kebencian dan permusuhan dengan konteks SARA.

Bintang juga menanggapi pernyataan Ferdinand Hutaen yang mengancam bakal melaporkan balik Ketau KNPI Haris Peratama.

Seharusnya, sambung Bintang, mantan politisi Partai Demokrat itu berterimakasih kepada KNKP karena telah melaporkannya.

Langkah hukum tersebut adalah demi mewujudkan persatuan dan kesatuan Indonesia dan tegaknya pancasila di NKRI.

“Seharusnya terimakasih, sayangnya Ferdinand terlihat arogan dan jumawa dengan mengancam akan melaporkan balik Haris Pertama,” tandas Bintang.

Seperti diketahui, dalam unggahannya pada Selasa (4/1), Ferdinand menuliskan kalimat begini:

“Kasihan sekali Allahmu ternyata lemah harus dibela. Kalau aku sih Allahku luar biasa, maha segalanya, DIA lah pembelaku selalu dan Allahku tak perlu dibela”.

Namun, twit pada akun @FerdinandHaean3 itu telah dihapus oleh pemiliknya. Ferdinand pun telah mengklarifikasi soal unggahannya tersebut.

Dan Ferdinand sudah buka suara terkait twitnya tentang Tuhan, yang dinilai sebagian kalangan sebagai penistaan agama.

“Itu dialog antara pikiran dan hati saya,” ujar Ferdinand saat dihubungi, Rabu.

Ferdinand Hutahaean resmi dilaporkan terkait dengan cuitannya yang dilayangkan Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) pada Rabu (5/1/2021).

Dalam laporan itu, Ferdinand Hutahaean dilaporkan atas dugaan tindak pidana ujaran kebencian berkaitan dengan SARA dan berpotensi menimbulkan keonaran.

Usai laporan dilayangkan, penyidik pun langsung melakukan pemeriksaan terhadap tiga orang saksi.

Oleh pelapor, Ferdinand Hutahaean diduga telah melanggar Pasal 45 a ayat (2) jo Pasal 28 ayat (2) Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Selain itu, Ferdinand juga dianggap telah melanggar Pasal 14 ayat (1) dan ayat (2) KUHP.

Sumber Berita / Artikel Asli : (muf/pojoksatu)

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here