Klarifikasi Ferdinand Hutahaean usai Bikin Gaduh Lewat Cuitannya hingga Trending

355
Ferdinand Hutahaean
Setelah cuitannya membuat gaduh dunia maya, akhirnya Ferdinand Hutahaean membuat klarifikasi.

Ferdian Hutahaean menjadi perbincangan warganet setelah membuat cuitan di akun Twitternya pada Selasa, 4 Januari 2022.

Dalam cuitannya Ferdian Hutahaean menyebut bahwa Allah ternyata lemah hingga harus dibela.

“Kasihan sekali Allahmu ternyata lemah harus dibela. Kalau aku sih Allahku luar biasa, maha segalanya. Dialah pembelaku selalu dan Allahku tak perlu dibela,” tulisnya di akun Twitter @FerdinandHaean3.

Meski cuitannya telah dihapus namun jejak digitalnya masih ada, banyak warganet yang menyimpan bukti tangkapan layar dari status tersebut.

Ferdinand Hutahaean (Instagram @ferdinand_hutahean)

Warganet pun geram karena menganggap Ferdinand telah melakukan penistaan agama dengan menyebut “Allah lemah”.

Setelah cuitannya bikin gaduh warganet, mantan politikus Partai Demokrat itu pun akhirnya melakukan klarifikasi.

Melalui video yang diunggah di akun Twitternya pada Rabu, 5 Januari 2022, Ferdinand mengklarifikasi pernyataanya sekaligus meminta maaf.

Dalam klasifikasinya Ferdinand mengatakan bahwa cuitan tersebut adalah dialog imajiner antara hati dan pikirannya.

“Cuitan saya tersebut tidak sedang menyasar kelompok tertentu, kaum tertentu, orang atau agama tertentu. Yang saya lakukan itu adalah dialog imajiner antara pikiran dan hati saya,” ungkapnya.

Ia mengatakan bahwa hal itu dilakukan saat dirinya sedang terpuruk.

“Ketika saya down tidak perlu saya harus bercerita di Twitter, di media sosial bahwa saya sedang down, tetapi saya melakukan dialog imajiner,” terangnya.

Adapun terkait ucapannya yang mengatakan “Allah lemah”, hal itu menurutnya sebagai bentuk dialog imajiner antara pikiran dan hatinya.

“Pikiran saya menyatakan ‘Hai, Ferdinand kau akan habis tidak ada yang bisa menjagamu. Allahmu lemah’. Tetapi kemudian hati saya berkata ‘Hey, kau tidak. Allah itu kuat jadi jangan samakan Allahu dengan Allahmu. Aku kuat ada yang akan menjagamu selalu’ kira-kira seperti itu dialog imajiner antara pikiran dan hati saya,” terangnya.

Ferdinand mengaku heran karena cuitannya dianggap menyerang pihak tertentu. Ia juga menyayangkan sikap sebagian kalangan yang tidak melakukan tabayyun terhadap dirinya.

“Bahkan orang-orang tertentu yang selama ini menggunakan kata tabayyun-tabayyun ternyata tidak tabayyun, tetapi malah ikut-ikutan memelintir. Tidak apa-apa,” ujarnya.

Mantan politisi Partai Demokrat itu pun menegaskan bahwa dirinya tidak berniat menyerang kelompok atau agama tertentu dalam cuitannya.

“Sekali lagi saya tegaskan tidak ada niat saya untuk menyerang kelompok, agama, kaum atau orang tertentu. Itu adalah dialog imajiner antara pikiran dan hati saya yang memang kebetulan kemarin saya sedang banyak beban,” ucap Ferdinand.

“Saya minta maaf kepada siapapun yang merasa cuitan saya mengganggu atau membuat siapapun tidak nyaman. Intinya itu adalah dialog imajiner antara pikiran dan hati saya bukan menyerang siapapun. Tidak mungkin saya bicara dengan orang lain, Allahmu Allahku karena kita punya Tuhan yang satu,” lanjutnya.

Dengan klasifikasinya itu Ferdinand berharap semua pihak bisa mengerti dan memahami apa yang sebenarnya terjadi.

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here