Klarifikasi Ferdinand Dibedah Pakar Linguistik, Hasilnya Omong Kosong Semua!

830
Ferdinand Hutahaean

Setelah cuitan ‘Allahmu lemah, Allahku kuat’ viral di media sosial, Ferdinand Hutahaean langsung membuat klarifikasi berbentuk video singkat.

Dia mengatakan, pernyataannya tersebut hanya dialog imajiner dalam dirinya, sehingga tak ditujukan untuk Tuhan dari agama tertentu.

Bukannya mendapat simpati publik, klarifikasi Ferdinand justru membuat keadaan makin rumit.

Sebab, sebagian pihak menilai, apa yang disampaikan Ferdinand hanya sekadar pembelaan diri dan terkesan tak masuk akal.

Lantas, bagaimana pakar linguistik menanggapi hal tersebut?

Pakar linguistik dari UIN Jakarta, Makyun Subuki telah mempelajari kalimat yang disampaikan Ferdinand Hutahaean, hasilnya, kata dia, hanya omong kosong belaka.

“Klarifikasi Ferdinand Hutahaean bahwa cuitan itu hanyalah dialog antar dirinya dan dirinya yang lain hanyalah omong kosong,” ujar Makyun Subuki, Jumat 7 Januari 2022.

Lebih jauh, tambah Maknyun, Ferdinand membedakan dua macam Allah, yakni Allahmu dan Allahku.

Apabila perbedaan ini dimaksudkan untuk menunjukkan dialog antara dirinya yang dirujuk melalui ‘–ku’ dengan ‘dirinya’ yang diabstrakkan dan dirujuk melalui ‘–mu’ serta diberi jarak, maka itu tidak tepat.

Sebab, kata dia, entitas Allah dari dirinya dan ‘dirinya’ yang diabstrakkan seharusnya sama.

Jadi, kemungkinan besar dikotomi tersebut mengacu pada Tuhan yang satu dan Tuhan yang lainnya.

“Jadi, cuitan itu dapat dinilai menyerang pemahaman kelompok agama lain (Islam) karena dia menyebut Allah yang dihayati oleh orang-orang Islam sebagai lemah dan harus dibela,” terangnya.

Bukan hanya itu, Maknyun menjelaskan, menurut kepercayaan agama samawi, Allah dalam tradisi Islam dan Kristen sejatinya entitas yang sama.

Sehingga, kalimat ‘Allahku, Allahmu’ lebih terkait dengan sosio-antropologis ketimbang teologis.

Dia beranggapan, Ferdinand tengah membicarakan Allah yang dipahami dan dihayati secara berbeda oleh dua kelompok agama yang dia sebut dengan Allahmu dan Allahku.

Klarifikasi Ferdinand

Diketahui, sebelumnya Ferdinand mengunggah video berdurasi 2 menit yang berisikan klarifikasi terkait cuitan yang viral tersebut.

Ferdinand mengaku bahwa tulisan itu tak bermaksud menyerang suatu kelompok agama.

“Yang mau saya sampaikan kali ini adalah bahwa cuitan saya tersebut tidak sedang menyasar kelompok tertentu kaum tertentu orang tertentu atau agama tertentu,” tuturnya melalui akun Twitter resminya.

Ferdinand beralasan, bahwa dirinya hanya melakukan dialog imajiner yang hanya ada di dalam hati dan pikirannya.

“Yang saya lakukan itu adalah dialog imajiner antara pikiran dan hati saya ketika saya menyatakan, hai Ferdinand kalau akan habis tidak ada yang bisa menjagamu Allah melemah. Tetapi kemudian hati saya berkata: hey kau tidak Ya Allah kuat jadi jangan samakan Allahku dengan Allahmu,” kata Ferdinand.

Sumber Berita / Artikel Asli : HOPS

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here