KH Cholil Nafis Tanggapi Yaqut yang Klaim Kemenag Hadiah untuk NU, Netizen Usul Menag Diganti

485
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas

Pernyataan Menag Yaqut Cholil Qoumas yang mengklaim Kementerian Agama (Kemenag) sebagai hadiah dari negara untuk Nahdlatul Ulama (NU) terus menuai reaksi.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH. Cholil Nafis yang juga berasal dari NU ikut menanggapi. Menurut Kiai Cholil, Indonesia berdiri tidak atas jasa satu golongan saja.

Menurut Yai Cholil, klaim kementerian dan lembaga negara oleh golongan tertentu akan merusak kebhinnekaan.

“Meskipun NU banyak bersentuhan dengan urusan Kementerian Agama, tapi tak berarti harus dikuasai NU,” ujar Cholil Nafis sebagaimana dikutip SeputarTangsel.Com dari akun Twitter @cholilnafis, Minggu 24 Oktober 2021.

“NU itu jam’iyah sedari dulu untuk semua golongan. Jika masing-masing golongan mengkapling kementerian dan lembaga negara, maka semangat NKRI dan kebhinekaan akan sirna,” sambung Cholil Nafis.

Sebelumnya, Cholil Nafis sudah menyatakan, bahwa Indonesia hadiah dari Allah untuk bangsa dan Kemenag itu mengurusi semua agama, termasuk Kepercayaan. Bahkan, ia juga menuliskan dalam cuitannya, tokoh NU seperti Kiai Hasyim Asy’ari dulu menyerukan jihad untuk semua golongan.

Netizen yang menanggapi cuitan KH. Cholil Nafis satu suara. Mereka menilai ucapan Yaqut justru memalukan NU.

“Setuju banget. Pernyataan Yaqut itu blunder tingkat dewa bagi NU,” ujar @IramawatiOemar.

“Pernyataan Yaqut sangat, sangat memalukan,” ujar @Kholisuddin.

Sejumlah netizen meminta Kiai Cholil untuk membimbing Yaqut yang pernyataannya memecah-belah umat. Bahkan, ada yang mengusulkan agar KH. Cholil Nafis mendesak penggantian Menteri Agama kepada Presiden.

 

“Ngapunten, Pak Kyai. Mohon anak-anak yang masih muda dan miskin pengalaman itu dididik wawasan kebangsaannya, agar NU bisa lebih berwibawa dan berkontribusi dalam keberkahan negeri,” ujar @wekokuncara.

“Tolong usulkan Pak Yai.. Menag-nya diganti. Malu saya punya Menag model begitu,” ujar @bundabalqisable. ***

Sumber Berita / Artikel Asli : Pikiran Rakyat

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here