Keyakinan Luhut Pekan Depan Kasus Covid-19 Melandai

224
Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan.

REPUBLIKA.CO.ID,  oleh Sapto Andika Candra, Rahayu Subekti, Dessy Suciati Saputri, Antara

Pemerintah optimistis laju penambahan kasus Covid-19 harian bisa mulai melandai pekan depan. Tapi tentu saja kondisi ini bukan tanpa syarat. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan melandainya kasus diyakini bisa tercapai jika masyarakat patuh terhadap aturan PPKM darurat dan disiplin protokol kesehatan.

“Jadi kami berharap minggu depan, mungkin kalau semua berjalan kita disiplin, akan mulai flattening atau mulai akan merata dan cenderung akan terkendali. Kita berharap juga dengan disiplin kita semua, vaksin jalan, prokes jalan, kombinasi semua ini, kita akan bisa bertambah baik,” ujar Luhut, dalam keterangan pers usai rapat terbatas bersama Presiden Jokowi, Senin (12/7).

Luhut menyampaikan, pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat di Jawa-Bali yang sudah berlangsung sejak 3 Juli 2021 lalu terpantau telah menurunkan mobilitas masyarakat hingga 15 persen. Angka ini diperoleh dari data Google Traffic, Facebook Mobility, dan indeks cahaya malam oleh NASA.

“Target kita sebenarnya 20 persen atau lebih. Implementasi di lapangan kami lihat semakin baik dan kami berharap sepekan ke depan mobilitas kegiatan masyarakat juga semakin turun sesuai harapan kita,” kata Luhut.

Sepanjang pelaksanaan PPKM Darurat, Luhut menambahkan, pemerintah juga terus memantau kesiapan rumah sakit rujukan dalam menangani pasien Covid-19. Melalui Kementerian Kesehatan, katanya, pemerintah menyiapkan skenario terburuk jika angka kasus positif menanjak secara ekstrem. Pemerintah telah menambah RS darurat, menambah fasilitas isolasi terpusat, hingga meminta TNI membangun RS lapangan.

“Sehingga mengurangi kesulitan untuk dapat tempat tidur. Juga tadi sudah disusun juga mengenai diputuskannya mengenai oksigen. Oksigen memang awal-awal ini ada masalah karena memang peningkatan yang tinggi. Tapi sekarang ditata sudah makin baik,” kata Luhut.

Ia mengakui bahwa penambahan kasus Covid-19 dalam satu pekan terakhir mencatatkan angka yang cukup tinggi, bahkan mendekati 40.000 kasus per hari. Namun kabar baiknya, angka kesembuhan juga meningkat tajam. Luhut berharap penanganan pasien Covid-19 yang lebih baik dan pencegahan penularan di lapangan bisa membuat angka kasus menurun dan kesembuhan terus bertambah.

Luhut memastikan saat ini penanganan Covid-19 dalam kondisi terkendali. Ia pun menantang siapapun yang menuding pemerintah tak bisa mengendalikan Covid-19 untuk datang menemuinya.

“Jadi kalau ada yang berbicara bahwa tidak terkendali keadannya, sangat-sangat terkendali. Jadi yang bicara tidak terkendali itu bisa datang ke saya nanti saya tunjukkan ke mukanya bahwa kita terkendali,” ujar Luhut.

Ia mengakui bahwa pemerintah memang menghadapi masalah dan tantangan dalam mengendalikan Covid-19 di Tanah Air. Namun Luhut menegaskan, masalah-masalah yang ada diurai dan diselesaikan dengan baik oleh tim di pemerintahan. Presiden Jokowi pun, ujar Luhut, memberikan arahan yang jelas dalam setiap kebijakan pengendalian Covid-19.

“Dan kami sebagai pelaksananya tidak ada masalah. Semua kami putuskan secara terintegrasi. Semua kami putuskan secara terintegrasi,” kata Luhut.

Pakar epidemiologi dari Universitas Andalas Padang, Sumatra Barat, Defriman Djafri, mengatakan penegakan hukum harus diperkuat di masa PPKM darurat. Tujuannya, agar PPKM darurat efektif dalam menekan laju penularan Covid-19.

“Penegakan hukum benar-benar diterapkan di lapangan. Jika tidak, ini akan sama saja tidak banyak akan berubah,” kata Defriman saat dihubungi. Defriman mengatakan pemerintah daerah harus bersungguh-sungguh dalam menerapkan kebijakan tersebut.

“Yang diminta sekarang adalah kesungguhan kepala daerah dalam menerapkan pembatasan tersebut,” tuturnya.

Menurut dia, pembatasan yang dilakukan menjelang Lebaran 2021 tidak efektif dalam pengendalian kasus Covid-19. “Masyarakat terus mencari celah bagaimana untuk menembus pembatasan yang telah ditetapkan,” ujarnya.

Dia menuturkan masyarakat juga harus benar-benar patuh dalam menjalankan kebijakan itu dan menerapkan protokol kesehatan untuk menurunkan jumlah kasus Covid-19. Ledakan kasus Covid-19 saat ini juga merupakan bagian dari hasil ketidakpatuhan terhadap pelaksanaan protokol kesehatan.

Oleh karena itu, dengan memperhatikan kondisi saat ini, maka tidak boleh lagi lengah atau kurang disiplin menerapkan protokol kesehatan. Selain itu, pemerintah juga harus makin memperkuat kegiatan pengujian untuk deteksi dini Covid-19, pelacakan kasus dan pengobatan.

Sementara itu agar bisa menampung lebih banyak pasien Covid-19 pemerintah meningkatkan kapasitas ruang perawatan. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, memastikan sore ini akan ada penambahan gedung yang dioperasikan sebagai rumah sakit (RS) Covid-19 di Asrama Haji Pondok Gede.

Penambahan kapasitas tersebut yakni berada di Gedung B Asrama Haji Pondok Gede. “Gedung B selesai hari ini dan akan dioperasikan pukul 16.00 WIB nanti,” kata Basuki dalam konferensi video, Senin (12/7).

Basuki memastikan penambahan operasional gedung di Asrama Haji juka akan dilakukan besok (13/7). Gedung C dan H di asrama haji tersebut akan dioperasikan besok sebagai RS Covid-19.

Dia menambahkan, gedung D5 Asrama Haji juga masih dalam proses persiapan untuk menjadi rumah sakit Covid-19. “Gedung D5 yang agak parah renovasinya diharapkan selesai Kamis (15/7) nanti untuk dioperasikan,” jelas Basuki.

Selain itu, Basuki menuturkan gedung D3 dan D4 Asrama Haji juga difungsikan. Khusus kedua gedung tersebut akan digunakan oleh para tenaga kesehatan yang bertugas di RS Covid-19 Asrama Haji.

Sebelumnya, Gedung A di Asrama Haji Pondok Gede sudah dioperasikan menjadi RS Covid-19 sejak Sabtu (10/7). Saat ini di dalam gedung tersebut sudah diisi sebanyak 40 pasien.

Basuki memastikan terdapat lima gedung yang dioperasikan menjadi RS Covid-19 di Asrama Haji yakni A, B, C, H, dan D5. Dari lima gedung ters total terdapat 774 tempat tidur yang disediakan.

Selain itu, tiga tower di Rumah Susun (Rusun) Pasar Rumput juga akan dijadikan RS Covid-19. Basuki mengatakan saat ini yang sudah siap dioperasikan menjadi RS Covid-19 di Rusun Pasar Rumput yaitu tower 1.

“Tower 1 sudah siap termasuk alat kesehatan serta tempat tidur dan dioperasikan sejak hari ini,” kata Basuki.

Basuki memastikan untuk tower 2 dan 3 juga sudah siap prasarananya. Dia menuturkan, sejak pagi ini, tempat tidur dan alat kesehatan sudah dalam proses dimasukan ke tower 2 dan 3.

“Kalau tower 1 penuh nanti tower 2 dan 3 akan dioperasikan,” ujar Basuki.

Basuki menambahkan, total dari tiga tower Rusun Pasar Rumput tersebut terdapat 5.952 tempat tidur. Untuk tower 1 terdapat 689 ruangan dengan 2.067 tempat tidur yang sudah siap dioperasikan.

Selanjutnya, tower 2 terdapat 606 ruangan dengan total 1.818 tempat tidur. Sementara untuk tower 3 terdapat 689 ruangan dengan total 2.067 tempat tidur.

Kemenkes juga akan membuka keran impor oksigen untuk mengamankan jumlah pasokannya menyusul lonjakan jumlah pasien positif Covid-19 dalam beberapa pekan terakhir. Menurut Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, rencana impor oksigen telah diizinkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Kita akan membuka impor oksigen dari luar, sudah diizinkan oleh bapak Presiden melalui Kementerian Perindustrian. Itu bisa menambah sekitar 600-700 ton per hari,” kata Menkes Budi saat konferensi pers usai rapat terbatas penanganan Covid-19 di Istana, Senin (12/7).

Lebih lanjut, menurut Menkes, pemerintah juga telah mendapatkan bantuan pasokan oksigen dari sejumlah perusahaan besar dan industri yang memiliki kelebihan suplai.

“Kita sudah dibantu juga oleh perusahaan-perusahaan besar, perusahaan-perusahaan industri yang memiliki kelebihan supply atau excess capacity dari oksigennya itu sekitar 360-460 ton per hari yang juga dikoordinasikan dengan Kemenperin akan kita pakai,” tambah dia.

Selain itu, ia mengatakan pemerintah juga akan mengimpor oxygen concentrator. Diharapkan melalui tiga strategi yang disiapkan ini maka kebutuhan oksigen untuk para pasien segera terpenuhi.

“Strateginya pemerintah akan mengimpor banyak oxygen concentrator. Di mana sebenarnya ini adalah alat kecil harganya sekitar 600-800 (dolar) US yang bisa dipasang di rumah sakit dan rumah-rumah untuk memproduksi oksigen dari udara, yang penting ada koneksi listriknya saja,” jelas Menkes.

photo

Lampu kuning BOR di 14 provinsi. – (Infografis Republika.co.id)

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here