Ketua ICMI Sindir NKRI Syariah Ijtima Ulama: Gak Usah Dianggap Serius, Orang Lagi Marah, Lagi Kecewa

321

JAKARTA – Keinginan Ijtima Ulama IV membuat NKRI Syariah ditanggapi beragam berbagai pihak. Banyak yang menilai, tuntutan forum yang diprakarsai Persaudaraan Alumni 212 (PA 212) tidak sesuai.

Pasalnya, Indonesia sudah memiliki Pancasila yang menjadi dasar negara yang dirumuskan para bapak bangsa.

Karena itu, tak semestinya pula wacana yang dilontarkan ijtima ulama itu ditanggapi serius.

Demikian disampaikan Ketua Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI), Prof Jimly Asshiddiqie.

“Enggak usah dianggap serius lah,” kata Jimly, di Jakarta, Rabu (7/8/2019).

Sebaliknya, ia menilai bahwa wacana itu dilontarkan oleh mereka yang tak bisa menerima kekalahan di Pemilu 2019 lalu.

“Orang lagi marah, lagi kecewa,” lanjutnya.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini justru menilai, ada baiknya hal itu dibiarkan saja.

Karena rasa kecewa dimaksud akan reda dengan sendirinya seiring perjalanan waktu.

“Ini kan pemilu sudah selesai secara hukum, tapi secara sosial politik masih perlu waktu. Nanti secara alamiah akan reda,” tutup Jimly.

Sebelumnya, rohaniawan dan budayawan Prof. Franz Magnis Suseno menilai selama ini Indonesia berdasarkan Pancasila saja sudah cukup.

Demikian disampaikan Romo Magnis dalam sebuah diskusi kebangsaan di Museum Nasional, di Jakarta, Rabu (7/8/2019).

“Pancasila itu justru dasar dan kesepakatan bangsa yang memungkinkan seluruh umat beragama di Indonesia bisa sepenuhnya hidup menurut aspirasi-aspirasi mereka,” tegasnya.

Romo Magnis menilai, penerapan syariah bisa saja dilakukan apabila hal tersebut menjadi keyakinan pribadi.

Alasannya, jika ada orang yang ingin hidup dengan prinsip syariah, sangat dimungkinkan dalam negra Pancasila.

Tetapi Jika jika konsep syariah tersebut dibuat untuk menggantikan konsep negara Indonesia, tentu bertentangan dengan dasar negara.

“Namun, bukan negara yang kita bikin syariah karena di negara kita ada macam-macam orang,” jelas dia.

Untuk diketahui Ijtima Ulama IV yang digelar di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (5/8) menghasilkan delapan keputusan.

Wacana NKRI Syariah sendiri tertera dalam poin 3.6 keputusan forum tersebut.

Poin itu berbunyi: Mewujudkan NKRI Syariat yang berdasarkan Pancasila sebagaimana termaktub dalam pembukaan dan batang tubuh UU 1945 dengan prinsip ayat suci di atas-ayat konstitusi agar diimplementasikan dalam kehidupan beragama, berbangsa, dan bernegara.

(ruh/pojoksatu)

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here