Kesulitan Soal KPK, Pengamat Politik : Maaf Banget, Misalnya BPIP Diuji Apakah Bisa Menjawab?

219
Pengamat politik, Hendri Satrio. /Instagram.com/@hendrisatrio

Hasil tes Wawancara Kebangsaan untuk pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan segera diumumkan oleh KPK.

Tes ini dilakukan untuk alih status pegawai dari KPK menjadi ASN. Badan Kepegawaian Negara (BKN) telah menyerahkan hasil tes kepada KPK pada 27 April 2021.

Kendati demikian, Ali Fikri selaku pelaksana tugas juru bicara KPK, mengungkap bahwa hasilnya sampai saat ini belum diketahui.

“Namun mengenai hasilnya, sejauh ini belum diketahui karena informasi yang kami terima, data dimaksud belum diumumkan,” ujar Ali Fikri dilansir dari berbagai sumber.

 

Meskipun begitu, Ali mematiskan akan menyampaikan hasil tes kepada publik dalam waktu dekat.

KPK memastikan akan menyampaikan hasilnya kepada publik dalam waktu dekat dan akan kami informasikan lebih lanjut,” tandasnya.

Namun, diketahui terdapat deretan pertanyaan janggal dalam tes alih KPK menjadi PNS ini.

Menurut kesaksian beberapa pegawai KPK, pertanyaan yang diajukan lebih mirip screening ideologi.

Pertanyaan mengenai FPI, LGBT, revisi UU KPK, penista agama, bangsa China adalah beberapa deret pertanyaan yang diajukan dan membuat pegawai merasa janggal.

“Modul ketiga, kami dikasih empat pertanyaan, disuruh memilih yang paling sesuai sama kami. Di sini ada salah satu pernyataan: Nabi adalah suci dan berbeda dengan manusia lain,” kata salah satu pegawai yang mengikuti tes ini.

Tak sampai di situ, pegawai lain pun mengungkap bahwa soal yang diajukan tak sesuai dengan tugas mereka sebagai KPK.

“‘Penista agama harus dihukum mati’ dan ada pula pernyataan ‘Semua Cina sama saja’, Ini pernyataan-pernyataan yang tidak sesuai dengan tugas kami di KPK,” ujar pegawai itu.

 

Tak lama, soal-soal ini pun heboh dan para politikus turut memberikan komentar serta pendapatnya mengenai masalah ini.

Salah satunya Hendri Satrio (Hensat), seorang pengamat politik melalui Twitternya @satriohendri membuat beberapa cuitan terkait tes ini.

Hensat mengaku penasaran dengan soal yang diajukan dalam tes tersebut.

“Maaf, emang soal tes wawasan kebangsaan susah banget ya? Pengen tau kaya’ apa soalnya? Kok bisa ada yang gak lolos tes ini? Sesulit apa ya soalnya? (berusaha ngebayangin) #Hensat,” tulisnya.

Tak sampai di situ, Hensat juga menanyakan apakah BPIP (Badan Pembinaan Ideologi Pancasila) juga dapat menjawab soal itu.

“Maaf lagi ya, misalnya ni ya, misalnya, Misalnya BPIP diuji juga wawasan kebangsaannya dengan ngerjain soal tes Kebangsaan calon ASN KPK, hasilnya apa Kira-kira? Asli, penasaran sama tingkat kesulitan soalnya #Hensat,” tanya dia. ***

Sumber Berita / Artikel Asli : Galamedia

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...