Kepala Staf TNI AU Marsekal Fadjar Prasetyo Ditunjuk Jadi Komisaris Utama PT DI

230
Kepala Staf TNI AU Marsekal Fadjar Prasetyo

Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Muda TNI (Purn) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, ditunjuk sebagai Komisaris Utama PT Dirgantara Indonesia (persero).

Penunjukan Bonae Halomoan Hutagaol ini sudah sesuai berdasarkan Keputusan Menteri BUMN melalui Surat Keputusan Menteri BUMN selaku RUPS Perusahaan Perseroan (Persero) PT Dirgantara Indonesia Nomor: SK-242/MBU/07/2021 tentang Pengangkatan Anggota-Anggota Dewan Komisaris Perusahaan Perseroan (Persero) PT Dirgantara Indonesia.

Marsekal TNI Fadjar Prasetyo bertekad memberikan kinerja terbaik untuk mengoptimalkan kinerja perusahaan.

“Saya bertekad untuk memberikan kinerja terbaik, memberikan kekuatan dan semangat baru bagi jajaran Dewan Komisaris dan Direksi, untuk mewujudkan kinerja perusahaan yang optimal,” kata Marsekal TNI Fadjar Prasetyo.

Dia mengatakan, meskipun beban PTDI semakin berat pada masa pandemi, Fadjar tetap optimistis mulai direktur utama hingga jajaran akan bekerja secara optimal

“Selalu mencurahkan tenaga, pikiran, serta gagasan dan kinerja terbaik dalam memajukan PTDI,” kata dia.

“Saya harapkan dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan di periode yang sulit ini, guna menjaga eksistensi dan mendorong kemajuan PTDI,” kata Marsekal TNI Fadjar Prasetyo berharap.

Dia menjelaskan, PTDI merupakan salah satu industri kedirgantaraan di Asia dengan core competence desain, pengembangan, pengujian, manufaktur struktur, produksi pesawat dan jasa pemeliharaan/services pesawat terbang, baik untuk pesawat sipil maupun militer.

Sejak berdiri pada Agustus 1976, PTDI di bawah naungan Kementerian BUMN RI telah berhasil mengembangkan kemampuan sebagai industri dirgantara dengan pencapaian pengiriman pesawat terbang sebanyak lebih dari 455 unit untuk banyak customer di berbagai negara.

Adapun produk unggulan PTDI adalah pesawat NC212i, CN235 dan N219, serta PTDI memiliki project kerja sama dengan Airbus Defence & Space untuk pesawat CN295.

Selain itu, PTDI juga memiliki project kerja sama lainnya dengan Airbus Helicopters untuk berbagai jenis helikopter dan Bell Helicopters dalam memproduksi tail boom, door assembly, door post, pylon dan ducts untuk helikopter Bell 412 dan Huey II.

Di samping itu, PTDI dan Bell Helicopters juga memiliki kerja sama dalam melakukan joint sales & marketing untuk Bell 412EPI, customization dan pemeliharaannya.***

Sumber Berita / Artikel Asli : Pikiran Rakyat

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here