Kemenag Geser Tahun Baru Islam, Abdullah Rasyid: Mengaku Islam Apa Guna, Jika Iman Sudah Tergadai

4200
Abdullah Rasyid

Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) menyampaikan bahwa Tahun Baru Islam 1443 H akan tetap jatuh pada 10 Agustus mendatang.

Walaupun begitu, Kamaruddin Amin selaku Direktur Jenderal (Dirjen) Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag menegaskan bahwa pemerintah kini harus menggeser tanggal merah Tahun Baru Islam 1443 H dari 10 Agustus ke 11 Agustus 2021.

Perubahan tanggal merah Tahun Baru Islam 1443 H ini telah sesuai dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri yakni Menpan RB, Menag, dan Menaker.

Selain Tahun Baru Islam, menurutnya, pemerintah juga telah memutuskan pergeseran tanggal merah Maulid Nabi Muhammad SAW dari 19 Oktober ke 20 Oktober 2021.

Kamaruddin menuturkan bahwa pemerintah melakukan pergeseran itu semata-mata demi mengurangi potensi penularan virus penyebab Covid-19.

“Hari liburnya yang berubah, bukan hari besar keagamaannya,” tegas Kamaruddin, seperti dikutip Galamedia dari website resmi Kemenag, Minggu, 8 Agustus 2021.

Lantas, perubahan tanggal merah tersebut menuai respon negatif dari netizen dengan nama akun @NenkMonica.

“Antek-antek kekuasaan tidak akan menyadari jika cara-cara seperti ini adalah salah satu cara untuk mengkeb*** Islam dan panji-panji di negara kita,” kata akun @NenkMonica.

“Seandainya arah kiblat diubahpun para antek-antek kekuasaan akan hadir untuk melegimitasinya. Bukan ilmu yang kurang dari para antek-antek tersebut tapi iman yang lemah,” sambungnya.

Menanggapi hal tersebut, politisi Partai Demokrat, Abdullah Rasyid merasa tidak heran dengan keberadaan respons negatif tersebut.

“Apa guna mengaku Islam. Jika iman sudah tergadai,” cuitnya, seperti dikutip Galamedia, Minggu, 8 Agustus 2021. ***

Sumber Berita / Artikel Asli : Galamedia

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here