Kelompok “Hayam Wuruk” Bilang Ahok Ada Benarnya

283
Adian Radiatus

Kelompok pemerhati Politik dan Hukum “Hayam Wuruk” yang dimotori Eddie Kusuma, Bambang Soengkono dan Lieus Sungkharisma memberikan perhatian khusus atas peluang pasar mobil tenaga listrik di Indonesia.

Menurut Eddie Kusuma adalah tidak pada tempatnya pengembangan industri baterai khusus kendaraan listrik mengambil lisensi pembuatan mobil listrik seperti yang dipaparkan oleh anak perusahaan BUMN, PT Pertamina Power Indonesia dalam bentuk rencana akuisisi salah satu produsen mobil listrik di Jerman oleh Indonesia Battery Corporation.

‘Jangan membebani keuangan negara dengan cara yang tidak rasional dan dalam hal ini apa yang disampaikan Ahok sangat masuk akal’ ujar Bambang Soengkono menimpali pendapat Eddie.

Ahok dalam beberapa analisanya terkait masalah investasi memang patut didengar dan kita tak boleh selalu apriori dengan apa yang dikatakannya karena tentunya ini koridor akal sehat saja, bukan sentimen otoritas kekuasaan atau lainnya. Hal ini dikatakan oleh Lieus saat dimintai pula tanggapannya pada saat bersamaan.

Bambang pun mengatakan bahwa pembuatan mobil bertenaga baterai itu tidaklah sulit, mungkin lebih rumit membuat mobil Esemka, terbukti belum bisa hadir hingga saat ini. Karena itu fokus perhatian pemerintahan presiden Jokowi terkait masalah ini sebaiknya adalah hanya pada industri baterainya saja agar kuat dan menjadi terdepan.

Sehingga kelompok Hayam Wuruk ini setuju bahwa memang ada benarnya apa yang dikatakan Ahok terkait upaya investasi menggandeng pihak Jerman itu sangat tidak beralasan, selain tidak fisibel juga pemborosan karena tidak akan mampu bersaing dengan produk yang sama dari Amerika bahkan Tiongkok, demikian Eddie Kusuma mengakhiri pembicaraan…

Jakarta, 09 Desember 2021
Adian Radiatus

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

91 − 86 =