Kejagung Tegaskan Gaji Jaksa Pinangki Telah Berhenti sejak September 2020

401
Jaksa Pinangki Sirna Malasari. /Antara/Desca Lidya Natalia

Kejaksaan Agung (Kejagung) menegaskan bahwa Jaksa Pinangki telah berhenti menerima gaji sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) sejak akhir tahun 2020 lalu.

Sebelumnya, Jaksa Pinangki disebut masih menerima gaji sebagai PNS meski telah ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi yang melibatkan buronan kelas kakap Djoko Tjandra dan Irjen Pol. Napoleon Bonaparte.

Fakta tersebut diungkapkan Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman.

Dia mengatakan bahwa sampai saat ini Jaksa Pinangki belum berstatus sebagai mantan Jaksa, karena masih belum diberhentikan dari jabatannya.

Boyamin Saiman menuturkan bahwa status Jaksa Pinangki saat ini masih sebagai Jaksa, hanya saja berstatus nonaktif.

“Masih, sekarang statusnya hanya nonaktif saja,” ujarnya, dikutip Pikiran-Rakyat.com dari kanal Youtube Najwa Shihab.

Statusnya yang masih belum diberhentikan pun membuat Pinangki tentunya masih menerima gaji dari negara.

“Ya paling tidak di angka tunjangan pokoknya dapet, masih dapet gaji dari negara memang betul,” kata Boyamin Saiman.

Dia pun menekankan agar Jaksa Pinangki seharusnya segera diberhentikan secara tidak hormat, agar negara tidak membiayai koruptor.

“Makanya ini justru harus cepat diberhentikan secara tidak hormat, supaya negara tidak membiayai, menggaji yang namanya orang koruptor kan begitu,” tutur Boyamin Saiman.

Menanggapi kabar tersebut, Kejagung pun membantah dan menegaskan bahwa Jaksa Pinangki sudah tidak menerima gaji sejak September 2020.

Hal itu disampaikan Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis, 5 Agustus 2021.

“Bersama ini, kami luruskan materi pemberitaan ‘tidak benar’. Kami sampaikan bahwa gaji Pinangki Sirna Malasari sudah tidak diterima (diberhentikan) sejak September 2020,” katanya, dikutip Pikiran-Rakyat.com dari Antara, Jumat, 6 Agustus 2021.

Begitu juga dengan tunjangan, Leonard Eben Ezer Simanjuntak menyatakan bahwa tunjangan Jaksa Pinangki telah diberhentikan sejak Agustus 2020.

“Sedangkan tunjangan kinerja dan uang makan juga sudah tidak diterima lagi oleh yang bersangkutan sejak Agustus 2020,” tuturnya.***

Sumber Berita / Artikel Asli : Pikiran Rakyat

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here