Kata Novel PA 212, Penolak Reuni Akbar 212 Berarti Pendukung atau Penista Agama, Aslinya Komunis

386
Wasekjen PA 212 Novel Bamukmin

Wasekjen PA 212 Novel Bamukmin membantah reuni akbar 212 adalah kegiatan yang diikuti Front Pembela Islam (FPI) dan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

FPI dan HTI adalah dua ormas terlarang dan telah dibubarkan pemerintah.

 

Novel Bamukmin menganggap, isu itu sengaja dilontarkan pihak-pihak yang tidak suka dengan reuni akbar 212.

Sebaliknya, Novel menyebut bahwa para penolak kegiatan itu sejatinya adalah gaya komunis baru di Indonesia.

“Kelompok yang anti reuni 212 itu jelas kelompok pendukung atau memang penista agama yang dibungkus agama. Padahal aslinya hanya komunisme,” kata Novel kepada JPNN, Senin (22/11/2021).

Para penolak reuni akbar 212 itu, sambung Novel, juga memiliki sejumlah agenda tersembunyi.

Diantaranya adalah mengganti Pancasila dengan trisila dan ekasila.

“Mereka ingin mengganti dengan trisila dan ekasila melalu RUU HIP (Haluan Ideologi Pancasila) dan BPIP (Badan Pembinaan Ideologi Pancasila),” tandas Novel Bamukmin.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Komite Pemberantasan Mafia Hukum (KPMH) Muannas Alaidid menilai reuni akbar 212 sudah tidak perlu digelar.

Apalagi, saat ini masih dalam pandemi Covid-19 yang tentu saja berisiko melambungkan angka kasus Covid-19 di Indonesia.

Tidak hanya itu, tuntutan Basuki Tjahaja Purnama dipenjara juga sudah dipenuhi oleh hukum yang berlaku di Indonesia.

“Untuk apa acara yang mereka namakan reuni itu digelar. Ahok sudah diadili dan diputus bersalah bahkan yang bersangkutan juga sudah bebas,” kata Muannas kepada PojokSatu.id, Selasa (16/11/2021).

Politisi PSI ini menilai, saat ini tujuan Reuni 212 itu sudah berubah haluan, yakni agenda politik yang dibungkus dengan agama.

“(Reuni 212) Sudah sarat kepentingan politik, ada agenda lain, tujuan politik dibungkus agama,” ujarnya.

Menurutnya, masyarakat juga sudah mengetahui siapa saja yang ada di balik reuni itu.

“Publik tahu, penyelenggara acara itu didominasi dua ormas terlarang yaitu FPI dan HTI,” ujar Muannas.

Karena itu, Muannas yakin reuni akbar 212 akan bernasib sama dengan dua ormas terlarang tersebut.

“Itu sudah resmi bubar. Tunggu aja nanti PA 212 ini juga nasibnya sama bakal layu mati sendiri seperti yang lain,” kata Muannas.

Karena itu, Muannas mengajak umat Islam agar tak menghadiri acara reuni akbar 212.

Sebab, acara tersebut tak mendatang faedah sedikitpun kepada umat Islam.

“Saya berharap semua pihak tidak hadir diacara itu, karena tidak ada faedah dan maslahatnya,” ungkap Muannas.

Sumber Berita / Artikel Asli :  (ruh/fir/pojoksatu)

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

16 − = 14