Kata Ade Armando: Umat Islam Itu Sombong, Menganggap Agamanya Paling Sempurna

744

– Pegiat media sosial, Ade Armando mengatakan bahwa selama ini, umat Islam memiliki semacam kesombongan bahwa agama yang mereka anut adalah agama sempurna.

Hal ini disampaikan Ade Armando dalam video berjudul “Buya Syakur, Yesus di Ka’bah dan Islam Tidak Sempurna” yang tayang di Cokro TV pada Senin, 6 Desember 2021.

Awalnya, ia memuji Buya Syakur yang mengatakan bahwa Islam yang diturunkan pada kepada Nabi Muhammad SAW sama sekali bukan agama sempurna.

Ade Armando menyinggung bahwa selama ini, umat Islam, termasuk dirinya memang didoktrin bahwa ajaran Islam sebagaimana termuat dalam Alquran dan Hadis adalah ajaran sempurna.

“Kata Buya Syakur, itu tidak masuk akal. Doktrin tentang kesempurnaan Islam itu merujuk pada surat Al-Maidah (ayat 3). Dalam ayat itu Allah berkata ‘Pada hari ini Aku sempurnakan untukmu agamamu dan telah Aku cukupkan kepadamu nikmat-Ku dan telah Aku ridhoi Islam sebagai agama bagimu’,” katanya.

Menurut Buya, kata Ade Armando, dalam ayat itu Allah sedang berkata pada Nabi Muhammad bahwa ia sudah menyelesaikan tugasnya sebagai Rasul dengan sempurna.

Namun, lanjutnya, belakangan pemahaman itu digeser sehingga seolah-olah Allah mengatakan Islam adalah agama yang sempurna.

“Padahal, kata Buya, mana mungkin di dunia ini ada kesempurnaan. Ia lantas memberi contoh soal perbudakan dan jual-beli perempuan,” kata Ade Armando.

“Di dalam Alquran, perbudakan dan penjualan perempuan adalah hal yang tidak dilarang. Jadi kalau Alquran itu sudah sempurna, apakah itu berarti kita harus tetap mengizinkan perbudakan dan menjual perempuan?” sambungnya.

Oleh sebab itulah, kata Ade Armando, Buya Syakur menganggap bahwa Islam tidak bisa dianggap sempurna karena memang tidak akan mungkin sempurna.

Bagi Ade sendiri, ia menilai bahwa argumen Buya Syakur ini adalah argumen yang brilian dan implikasinya sangat serius.

“Selama ini, umat Islam memang memiliki semacam kesombongan bahwa agama yang dianutnya adalah agama sempurna,” kata Ade Armando.

“Karena itu, banyak umat Islam merasa dirinya paling benar, sementara yang lain salah,” sambungnya.

Ade Armando lantas menekankan poin penting bahwa karena sudah merasa sempurna, banyak pemuka Islam merasa tidak perlu melengkapi ilmu dengan perkembangan terbaru.

“Jadi, ada semacam kebekuan berpikir dalam agama, seolah hanya dengan melakukan apa yang termuat dalam ayat Alquran atau mencontoh dan mengikuti apa yang dilakukan Nabi Muhammad di abad ke-7 Masehi, persoalan selesai,” katanya.

Sumber Berita / Artikel Asli : Detik

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

− 6 = 2