Kasus Penyekapan dan Perkosaan Anak SMP di Pekanbaru Dihentikan, Aktivis Perempuan: Penting RUU PKS Disahkan

247
Wacana Amendemen UUD 1945 Sejak 2018

Kasus penyekapan dan perkosaan anak SMP dengan pelaku seorang anak anggota DPRD di Pekanbaru, Riau dihentikan oleh Polisi.

Penghentian kasus tersebut dikatakan pihak Kepolisian karena telah ada kesepakatan damai antara korban dengan pelaku penyekapan dan pemerkosaan.

Alasan penghentian kasus karena kesepakatan korban dan pelaku pun mencuat. Banyak yang mempertanyakannya.

Aktivis perempuan Kalis Mardiasih melalui akun twitternya @mardiasih juga mempertanyakan alasan penghentian tersebut.

Kalis Mardiasih menyebut hal ini sebagai salah satu alasan pentingnya RUU TPKS disahkan.

“Apa pentingnya RUU TPKS Pro Korban? Agar korban (rentan/miskin) dapat pendamping hukum pro korban, sehingga pemantauan kasus berlanjut sampai korban dapat keadilan!” sebut Kalis Mardiasih.

Pasalnya dalam kasus penyekapan dan perkosaan siswa SMP di Pekanbaru ini, keluarga pelaku dikabarkan berkali-kali mengunjungi rumah korban.

“Selama proses penyidikan, keluarga pelaku ga boleh mendatangi untuk mengancam, suap dll. Patah hati terussss,” keluh Kalis Mardiasih pada Rabu, 5 Januari 2022.

Bakan Kalis Mardiasih mengungkapkan bahwa Polisi mendampingi keluarga pelaku ke rumah korban untuk menandatangani surat kesepakatan damai.

“Polisi mendampingi keluarga pelaku pemerkosaan untuk menandatangani surat perdamaian,” heran Kalis Mardiasih.

“Padahal korban anak perempuan usia 15. Gini aja terus nasib orang lemah di negara ini,” ungkap Kalis. ***

Sumber Berita / Artikel Asli : Pikiran Rakyat

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here